Danau Kaco Desa Wisata Lempur

by | Aug 7, 2021 | Jalan Jalan

Kerinci, nama salah satu kabupaten di Pulau Andalas-Sumatera. Selain memiliki gunung berapi tertinggi di Indonesia, Kabupaten Kerinci di Provinsi Jambi ini juga memiliki banyak destinasi wisata alam yang sangat indah. Salah satunya adalah Danau Kaco, yang kini menjadi icon pariwisata Kerinci.
Danau ini berada di kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), tepatnya di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya. Bagi yang belum pernah ke sana bisa langsung mencari informasi tentang danau tersebut di internet.
Awalnya penulis juga melakukan hal yang sama, mencari info di internet. Namun karena rasa penasaran, penulis mulai menggali informasi dengan bertanya langsung pada sahabat lama yang kebetulan berdomisili di wilayah tersebut.

Ichay, demikian nama beken sahabat tersebut. Sewaktu kuliah di Fakultas Hukum-Universitas Bung Hatta dulu, dia aktif di Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam) yang merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di kampus. Dan ternyata sampai kini Ichay masih suka berpetualang. Dia adalah salah seorang yang ikut terlibat langsung merintis tempat tersebut. Saat ini Ichay menjadi pemandu wisata bagi para wisatawan yang berkunjung ke Danau Kaco.

Berikut di bawah ini adalah petikan wawancara jarak jauh penulis dengan Ichay.

Sejak kapan Danau Kaco ini menjadi tempat wisata?

Dulu, kebanyakan warga tahu dengan adanya sebuah danau di dalam hutan TNKS ini, tapi tidak semua warga mengetahui letak danau tersebut. Jadi sekitar tahun 2005 saya dan rekan lainnya diajak oleh kawan (pemburu ikan) untuk main ke sana, sekaligus untuk merintis. Sekitar tahun 2010 barulah Danau Kaco dibuka menjadi tempat wisata.

Berapa lama jarak tempuh dari pemukiman warga menuju danau?

Kalau dari pemukiman warga, lebih kurang lima belas menit perjalanan naik motor atau mobil ke pos lapor. Nanti dari pos tersebut treking berjalan kaki selama tiga jam perjalanan, bisa lebih, tergantung langkah orangnya dan waktu istirahat yang dipakai.

Bagaimana caranya waktu pertama kali mempromosikan tempat wisata ini?

Awalnya kami mengundang rekan – rekan para pecinta alam dari daerah lain untuk datang, melihat dan menikmati suasana baru waktu itu. Dengan rute yang pasti mereka sukai. Dan kami minta tolong kepada rekan – rekan yang pernah datang itu untuk menceritakan ke khalayak bahwa di tempat kami ada wisata alam yang indah.
Sejak itulah mulai banyak yang datang berkunjung. Alhamdulillah, sudah sampai dikenal di mancanegara.

Apa saja yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk datang ke Danau Kaco ini?

Banyak, Danau Kaco ini berbeda dengan danau yang lain. Airnya berwarna biru jernih, kedalamannya kurang lebih dua puluh meter dan memiliki lima mata air di dasar danau. Dari permukaan akan nampak jelas ikan dan satwa air lain yang hidup di dalamnya. Di malam hari, danau akan terlihat bercahaya, apalagi saat bulan purnama, danau dan sekitarnya nampak terang karena pantulan cahaya bulan. Jadi cocok untuk camping. Apalagi posisinya di dalam hutan.

Selain dari keindahan danau itu sendiri, rute yang dilalui juga menjadi daya tarik tersendiri. Coba saja bayangkan, berjalan di tengah hutan, seru nggak!? (sambil tertawa).

Apa saja fasilatas penunjang yang ada untuk wisatawan yang datang dari luar kota atau luar negeri?

Di Desa Lempur ada homestay yang biasanya digunakan para wisatawan untuk menginap. Selain homestay, rumah saya sendiri jadi Shelter 7, sebagai tempat Pusat Informasi Wisata dan sekaligus sebagai basecamp. Jadi pengunjung lokal yang datang bisa menginap di basecamp ini.

Siapa yang mengelola tempat wisata ini?

Tempat wisata Danau Kaco dikelola oleh pihak Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang bekerja sama dengan masyarakat adat Negeri Lekok 50 Tumbi Lempur. Dan kebetulan Desa Lempur juga sudah disahkan menjadi Desa Wisata.

Sebagai pemandu, pesan apa yang selalu disampaikan kepada masyarakat, khususnya wisatawan?

Ya, sebagai pemandu, saya punya tanggung jawab secara langsung ataupun tidak langsung, baik kepada wisatawan maupun lingkungan. Saya selalu berusaha menjaga semaksimal mungkin memastikan agar para wisatawan yang ke Danau Kaco selalu sehat dan selamat. Karena itu saya selalu mengajak ngobrol mereka dalam perjalanan dan tidak melepaskan pantauan saya pada mereka. Saya juga mengingatkan mereka jangan pernah memancing atau menangkap ikan yang ada di Danau Kaco. Karena ada aturan-aturan adat yang berlaku.

Menghimbau para wisatawan agar menjaga kebersihan lingkungan, karena masih ada saja wisatawan yang sembarangan membuang sampah, tidak membersihkan tempat bekas kemping mereka, seperti bekas api unggun. Saya pribadi, kalau menemukan hal tersebut, saya langsung mengajak wisatawan yang saya pandu ini membersihkannya (ada di youtube saya Chay Adventure). Ya, caranya harus pandai-pandai juga sama mereka. Akan jadi aneh, jika di dalam hutan ada sampah plastik, arang dan lain – lain, kan lucu.

Jadi marilah kita selalu menjaga hutan dan tempat wisata ini, jaga keasrian dan kelestarian alam ini, jangan sampai kita merusaknya.

Saya juga mengajak mayarakat yang belum tahu dengan keindahan desa kami, silahkan datang berkunjung ke Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, atau juga bisa menghubungi media tintaemas.co.id ini. (sambil tertawa). Selain Danau Kaco, masih banyak tempat wisata lainnya yang akan anda lihat. Ayo mari kita berpetualang.

Rickardo Chairat

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This