Cita Citaku Menjadi Tuhan

by | Nov 3, 2021 | Pojok

“Gantunglah cita-citamu setinggi langit” merupakan peribahasa yang ternyata memberikan motivasi tak terduga bagi anak-anak cerdas penuh imajinasi. Seorang lelaki cerdas dan manis yang baru saja memulai kehidupannya di Sekolah Dasar bahkan bercita-cita menjadi “Tuhan” karena terinspirasi dari peribahasa tersebut. Bila dibandingkan dengan yang sudah tak bercita-cita, tetapi sudah menjabat, kaya raya, dan berkuasa, tetapi berkelakuan seolah Tuhan tidak ada, anak lelaki bernama Abi ini, jauh lebih cerdas!

Diawali percakapan penuh cinta dan kasih sayang yang mendidik.

“Aku bercita-cita ingin menjadi Tuhan”.

“Kok bisa?!”.

“Tadinya aku mau jadi ultraman karena jagoan, tapi mendengar cerita dari ibu kemarin soal surga dan neraka, aku jadi ingin jadi Tuhan aja, karena hebat banget”.

“Tuhan ‘kan cuma satu, gimana dong?”.

“Kan boleh bercita-cita setinggi langit, cita-cita harus yang terhebat. Ultraman kalah sama Tuhan. Tuhan terhebat, cita-citaku jadi Tuhan saja”.

“Hmmm…., bagaimana kalau kita membayangkan membuat kue. Setelah jadi, kue mungkin berpikir kita hebat, karena bisa bikin kue, tapi apa bisa kue menjadi kita?”.

“Iya juga, ya…”.

Barangkali banyak yang terkejut dan bisa juga langsung berpikir negatif lalu langsung memvonis imajinasi dan keinginan Abi, namun bila bijaksana dan mau menerapkan kebijaksanaan, pasti mampu untuk mengerti. Orang dewasa mendidik dan mengarahkan, siapa yang bisa menghalangi dan berhak mematikan imajinasi?! Kemerdekaan ini adalah pemberian Yang Maha Kuasa atas keadilanNya, dan semestinya bisa dilihat sebagai sesuatu yang positif di tengah derasnya arus dan gelombang kebodohan dan pembodohan saat ini.

Tidak sedikit sekarang yang sepertinya “mengkultuskan diri” dan “dikultuskan” seolah sudah bahkan lebih dari “Tuhan”. Barangkali karena Tuhan tidak butuh apa-apa, tidak perlu “dijilat”, “disupply”, diberikan segala macam untuk diakui dan untuk “hidup”, sehingga banyak yang berlagak melebihiNya untuk mendapatkan apa yang tidak dibutuhkan Tuhan. Jujur saja tidak mampu, bagaimana bisa menjadi yang “Paling” dan “Maha”?!

Sudah memilki jabatan, sederet gelar, harta berlimpah pun tidak membuat sadar. Bukti bahwa semua itu bukan rejeki tetapi “ujian dan jebakan maut”. Semakin diberi semakin mudah lupa, sombong, dan kehilangan diri. Lantas untuk apa menjadi demikian bila hanya untuk “terjebak” dan merusak diri?! Negeri yang semestinya diprioritaskan pun hanya dijadikan objek kepentingan dan ambisi pribadi serta kelompok. Sama sekali tidak cerdas. Keledai durjana banget!!!

Diingatkan berulang-ulang juga sudah tidak mampu, lagipula manusia bukan malaikat, bukan juga Tuhan yang mampu membuka hati dan mengubah manusia. Jika Dia berkehendak demikian dan tidak memberi kesempatan berubah menjadi lebih baik, mau apa?! Tidak perlu susah, perbaiki saja diri sendiri terlebih dulu agar benar sudah menjadi lebih baik dan terus lebih baik, lewat doa, niat, dan upaya yang sungguh-sungguh. Bukan hanya sekedar kata.

Kita bisa belajar banyak dari Abi yang masih kecil ini. Dia mampu berimajinasi dan berpikir mencari untuk menjadi yang terbaik. Hanya perlu diasuh dan diarahkan saja dengan metode pendidikan penuh cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya agar kelak benar menjadi yang berguna bagi bangsa dan negara, agama dan ummat, serta keluarga. Anak-anak ini butuh kesempatan dan masih memiliki banyak kesempatan, sementara yang sudah dewasa harus mampu membuat kesempatan jika benar ingin berilmu dan mengerti.

Soal cita-cita, menurut saya, lebih baik mengukir saja bintang di langit agar menjadi bintang paling terang bahkan di setiap malam tergelap, sebab sesungguhnya semua adalah bintang jika mau menempuh setiap proses perjalanannya dengan kerendahan hati, konsistensi, kesabaran, ketulusan, dan rasa syukur.

Bandung, 2 November 2021

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This