Marah Melulu, Apa Untungnya?!

by | Dec 18, 2023 | Pojok

Views: 9

Melihat orang yang marah-marah melulu saja sudah capek, apalagi kalau jadi pelakunya?! Apa tidak kasihan sama diri sendiri?! Marah bukan hanya menguras energi dan pikiran, marah terus menerus dan berlebihan juga memicu berbagai masalah kesehatan baik fisik maupun psikologi diri sendiri. Maksud kemarahan ditujukan kepada orang lain, yang ada kerugiannya malah ditanggung sendiri. Apa enaknya?!

Tidak ada ajaran agama manapun yang membenarkan seseorang boleh marah terus menerus dan apalagi berlebihan. Begitu juga hasil dari penelitian ilmu kedokteran dan kejiwaan, marah yang tidak mampu dikendalikan, bisa memicu berbagai masalah kesehatan dan kejiwaan.

Dalam kehidupan bersosial juga menjadi masalah, siapa yang senang dengan orang yang tidak mampu mengontrol emosinya?! Bukan hanya mudah marah, menuduh tanpa adab dan keadilan, mau menang dan benar sendiri melulu, biasanya juga dilakukan oleh orang-orang yang mudah marah dan berlebihan jika marah.

Orang yang senang marah dan berlebihan saat marah, tidak membuatnya nampak hebat dan kuat, justru malah membuktikan kelemahan diri dan ketidakdewasaan. Hal-hal sepele yang semestinya tidak perlu dijadikan pemicu kemarahan, atau bahkan hal-hal wajar yang sama sekali tidak perlu membuat marah, dijadikan alasan terus-menerus untuk membenarkan kemarahannya.

Sampai alasan berniat dan memiliki tujuan baik pun diungkapkan sebagai alasan untuk membenarkan diri. Padahal, jika memang baik dan benar, hendaknya sadar penuh bahwa masalah bisa diselesaikan justru bukan dengan kemarahan yang tidak terkendali apalagi terus menerus dan berlebihan.

Menghadapi orang seperti demikian, tidak ada guna dan manfaat. Lebih baik menjauh dan menghindar saja daripada jadi masalah, kan?! Berdebat dan adu mulut tidak akan membuatnya berhenti atau berubah. Nafas pun bisa-bisa dianggap salah dan memicu kemarahan yang tidak terkendali. Lebih baik melakukan hal lain yang berguna dan jauh dari dosa. Wajar bila banyak yang malas berteman, berkomunikasi pun hanya sebatas kebutuhan tertentu, seperti hanya sebatas urusan kerja dan uang. Selebihnya lebih baik jauh-jauh sajalah!

Those kind of people are not my favorite to talk about or to communicate,” kalau kata sahabat saya. Sepakat!!!

Bila pun mereka mencela, memaki, bahkan membuka semua aib, tertawa sajalah, sebab mereka tak mampu tertawa. Tidak perlu dibalas meski sebenarnya kita mampu. Semua perbuatan ada ganjarannya, tidak perlu kita yang melakukan ganjaran itu.

Bandung, 16 Desember 2023

Mariska Lubis

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This