Lelah

by | Dec 23, 2021 | Puisi

Malam ini
Aku kembali rebah
Bersama dengan anak-anak waktu yang melemah di jam-jam sepi
Selimut biru mengombak
Meruntuhkan dinding kerajaan di bawah kedua mata
Sehangat kesedihan, ialah kibasan angin malam yang menyusutkan kepercayaan

Kepalaku menyukainya,
lembut bantal yang menadah ingatan
yang lepas kepingannya; yang menyala semalaman; yang menuai kesalahan; dan mencabik keberanian
Saat malam merekah,
Di mana tapak-tapak kepedihan berjalan dengan tegas
Mengentak-entak
Menyalak
Aku; yang hanya ingin rebah
dan membuang lelah dengan telak

Pandanwangi, Desember 21

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This