Kita

by | Sep 26, 2021 | Puisi

Kita masih di sini
Menunggu bara yang dihanyutkan
air mata dewa
Demi membakar selubung kenang
Dari catatan perjalanan kita
yang patah arang

Air di telaga ini kian keruh
Tempat kita berkaca dari jiwa
nan lusuh
Sementara, hujan masih menggantung
di pucuk – pucuk awan
Entah kapan ranum, menyirami gersangnya pelabuhan
Kita saling berandai, berharap pada sebuah keinginan yang tak dapat digapai
Kau dan aku saling tuding
Mencari sebab, siapa yang telah memecahkan piring

Inilah kita..
Dengan segala carut marutnya

Lenggok kaku
Tak pandai menari
Panggung miring jadi alasan
Pada hal semua orang tahu
Kalau kita berjalan pincang.

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This