Hangat Mentari Pagi

by | Dec 28, 2021 | Puisi

Serasa enggan beranjak dari bias sinarnya, basah rumput halaman sisa hujan semalam, melarutkan gula gula dalam darah, manis sekali pagi ini.

Lihat lalu lalang belalang, melirik genit menggodaku, ahh… sudahlah “kita nikmati aja, api abadi pagi ini”.

Lima api unggun menunggu sabda, membakar apa saja.

Jiwa jiwa kerdil dalam cengkeraman, langkah terjal “satu jalan keris” yang ada.

Tikamanmu, membunuhmu.

Martoyosri, 27/12/2021

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This