Guru Tidak Makan Gaji Buta

by | Nov 27, 2021 | Essai

Masih mengganjal di otakku saat aku membaca satu opini, yang mengatakan kalau guru itu makan gaji buta selama masa pandemi covid-19 ini dan kata-kata itu sangat mengganggu di pikiranku.
“Jangan gitu dong,” kata-kata itu sangat pedas, sangat gak pantas.

Menurutku pasti semua guru punya persaan yang sama seperti yang aku rasakan.

“Syukur ngomong itu memang enak, tapi sekali-kali bicara itu harus ada dasarnyalah.”

Jangan mengira guru itu tidak melaksanakan tugas saat Work From Home, enak-enakan santai menikmati kerja di rumah selama berbulan-bulan.

Work From Home (WFH) yang ditentukan Pemerintah tentu ada alasannya, Surat Edaran Setjen No.15 Thn.2020 Tentang Pedoman pelaksanaan belajar dari rumah selama darurat bencana covid-19 di Indonesia yang dikeluarkan oleh Kemendikbud Indonesia. Kesehatan penting, keselamatan yang utama. Jadi di masa pandemi ini sekolah benar-benar menjaga keselamatan siswa dan guru untuk terhindar dari virus yg menakutkan itu.

Semasa pandemi ini guru-guru spontan disibukkan untuk merubah strategi pembelajaran, yang terkait dengan model-model dan metode-metode pembelajaran yang cocok untuk diaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar secara daring/online.

Mas Menteri Nadim Makarim terus meluncurkan webinar-webinnar , penyederhanaan Kurikulum di masa pandemi yang bisa dimanfaatkan saat kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah melalui zoom meeting. Dinas Pendidikan menghimbau guru-guru terus aktif mengikuti, untuk terus meningkatkan pengetahuan teknologi pembelajaran.

Tentu tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan.Bagi guru untuk belajar mengaplikasikan pembelajaran yang terkait dengan IT sehingga dibutuhkan kerja keras. Belum lagi mulai putar otak untuk mengisi quota internetnya, bagaimana dengan masalah signal yang kadang sangat menyebalkan, mana pula mengatasi siswa yang tidak memiliki HP. Dan yang perlu diketahui waktu bekerja di rumah tidak terukur berbeda seperti saaf off line atau Tatap Muka.

Walaupun ini semua masalah sehari-hari yang dihadapi guru selama masa pandemic. Namun demikian guru tidak pernah kendur, tidak pernah pesimis, semua diikuti, dijalani sesuai situasi dan kondisi yang ada kapanpun dimanapun di negara ini.

Jika ini difahami oleh masyarakat yang berkomentar bahwa guru makan gaji buta, cobalah belajar mulai mengamati bagaimana yang sesungguhnya terjadi di dunia Pendidikan.

Guru tetap bekerja walau tidak di sekolah, tetap memberikan ilmu pengetahuan dan pendidkan kepada anak didiknya walaupun lewat pembelajaran jarak jauh.

Saat ini pembelajaran tatap muka sudah dimulai berlangsung walaupun dengan sistim Sip dengan teknis 50% dari jumlah siswa dalam satu kelas. Adapun terkandung maksud untuk menghindari kerumunan, sehingga tetap menjaga penularan covid-19. Semangat memberikan strategi ,model dan metode yang sesuai dengan era digital, e-learning dan mengarah kepada merdeka belajar semakin terus diterapkan.

Semoga berhenti yang berpikiran seperti itu, mari berfikir positif, di hari yang bahagia ini dan berikan ucapan yang memberikan semangat kepada para guru Indonesia, “Selamat Hari Guru”.

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This