Dilema Angka-Angka

by | Sep 7, 2021 | Essai

Apa yang bisa menentukan masa depan kita? Usaha dan doa, pastinya. Tapi tak akan cukup hanya itu, perlu bukti nyata yang bisa diukur berapa banyaknya. Hidup manusia tak lebih dari bersahabat dengan angka. Dari saat di dalam perut ibu hingga tertimbun tanah tanpa nyawa. Angka-angka selalu memiliki arti tersendiri. Bukan rumus algoritma, bukan analisa ekonomi, bukan pula tentang laba-rugi. Angka kehidupan yang membuat dilema kebanyakan orang.

Saat masih berseragam sekolah, angka-angka pada buku dan rapor menjadi penentu ketuntasan belajar. Bahkan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi pun angka-angka itu harus terlihat mempesona. Guru mati-matian mengajarkan kejujuran dan kedisiplinan. Guru pun harus mengikuti seminar untuk lebih memanusiakan muridnya. Menilai tak hanya dari tugas namun juga sikap dan akhlak. Tapi di akhir tahun pembelajaran, pendam dalam-dalam idealisme, tunjukkan rasa sayang dan peduli terhadap masa depan murid dengan menuliskan angka-angka besar di rapornya. Jika nilai tak besar dan memuaskan, maka murid akan sulit mendapatkan sekolah pilihan. Lalu, bagaimana dengan proses belajarnya? Hanya guru dan Tuhan yang tahu jeritan hati dan goresan tinta pada rapor itu.

Yaa begitulah dilema… Murid yang susah payah memahami materi, belajar hingga larut malam demi nilai yang memuaskan, pada akhirnya harus berlegawa dengan murid lain yang jarang mengumpulkan tugas dan nilai ulangan di bawah standar, karena mereka tetap harus mendapatkan nilai yang memuaskan.

Mencari pekerjaan pun tak terlepas dari angka-angka. Harus punya modal angka besar untuk mendapatkan digit yang besar sebagai upah. Jika mau lulus seleksi dengan predikat terbaik pun harus mengikuti serangkaian tes dan menunggu hasil angka berperingkat. Sekalipun pertanyaan pada tes tak sepenuhnya akan terjadi pada dunia pekerjaan. Bertahun menyandang jabatan, pastinya akan terlihat angka-angka pada daftar penghasilan yang diterima. Berapa lantai tempat untuk berlindung, berapa roda empat yang dimiliki, berapa jenis lembar mata uang yang diinvestasi? Semua perlu angka yang memberikan bukti nyata. Adakah yang pernah menghitung manfaat dari jabatan mereka?

Sosial media pun tak ketinggalan memberi janji dari angka-angka. Semakin banyak yang memberi ibu jari akan semakin besar untuk dijadikan pembicaraan, viral. Bahkan membuka ruang pribadi pun dilakukan demi angka-angka yang dapat menghasilkan digit berangka pada akun berjangka. Entah untuk memberi inspirasi atau hanya sekedar membuat iri hati. Kesenjangan seolah dikesampingkan karena itulah pergeseran gaya hidup.

Banyak angka-angka yang memang tak sepenuhnya bisa disusun dengan rumus Matematika. Tapi kita harus mengikuti alurnya jika tidak ingin terinjak atau berada di baris terbelakang, tak mendapatkan kesempatan. Berhitunglah dengan ketentuan yang benar dan harus benar membuat perhitungan. Begitulah angka-angka dalam kehidupan. Selalu menjadi dilema tak berujung.

Depok, 18 Agustus 2021
Alfiah Santi

Baca Juga

3 Comments

  1. Alimuddin

    Sangat luar biasa

  2. Tya

    Mantap sekali Bunda,
    Pada dasarnya seluruh kehidupan manusia memang terikat dengan angka dan angka. Tinggal bagaimana kewajaran dalam menerapkan angka-angka tersebut pada kehidupan masing-masing, tentunya sesuai parameter subjektif kita.
    Mencerahkan!!! Salam hangat dan terus berkarya ya Bun 🙂

  3. sujarmanto

    bagus sekali ibu tulisannya menyadarkan kita begitu dekat angka dalam kehidupan manusia

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This