Anak hilang dan Prediksi Pak Kyai

by | Dec 10, 2021 | Essai

Suatu pagi di kota kecil, sekitar tahun 1995. Ada kasus unik dan tidak masuk logika waktu itu, antara percaya dan tidak percaya tapi kenyataan, maklum waktu itu masih anak SMP, seperti biasa bekejaran jam 7 pagi, bell masuk. Ada salah satu kawan anak satu sekolah dikabarkan hilang, menurut orang tua murid si anak seperti biasa pagi jam 6 sudah berangkat dan pulang tepat waktu, tapi yang mengherankan kenapa tidak pulang pulang berhari-hari, segala upaya sudah dilakukan tapi tidak menemukan titik terang.

Singkat cerita dapatlah petunjuk dari seorang Kyai, antara percaya dan tidak percaya, polisi saja menyerah. Dan benar adanya, segala informasi dari pak kyai yang hanya sekedar terawangan kira-kira, didatangilah lokasi alamat yang pak kyai sebutkan itu di luar kota, luar propinsi lebih tepatnya daerah Jawa Timur di sebuah kompleks pemakaman, siapapun pasti shock mendengarnya meski masih diragukan.

Dan benar adanya, si anak itu ada di pemakaman umum sebuah desa sedang asyik bermain, diajaklah pulang ke kota Solo dan apa pun yang terjadi si anak itu tidak pernah diberitahu apa sebenarnya terjadi pada dirinya. Dan kata si anak, “baru juga main sebentar,” padahal sudah berhari-hari dia tidak pulang, “anak hilang”.

Dan si anak itu bercerita, ketika menunggu bus ke sekolah, dia dipanggil-panggil atau awe-awe teman satu sekolah lalu dia ikut naik bus barengan ke sekolah “tidak ada yang aneh”. Yang menjadi titik balik dan pertanyaan, kenapa bus itu tidak pernah sampai sekolah atau memang sengaja bolos sekolah? ternyata tidak.

Akhirnya terjawab sudah, dari informasi orang sekitar yang ada di halte itu, si anak itu kemaren naik bus rombongan lelayu, dan saksinya pun juga heran tetapi tidak menaruh curiga, mungkin sekedar menumpang bus.

Dari penggalan kisah di atas, mungkin waktu itu masih anak kecil, dengan lingkungan budaya mitos tahayul “ngeri juga main berhari-hari di kompleks makam”.

Tapi si anak itu bilang, tinggal di rumah besar dengan taman bermain, waktunya makan ya makan seperti di rumah sendiri.

Jadi berfikir kenapa bisa, dan tak pernah menemukan jawaban yang memuaskan. Seiring waktu seiring perjalanan dan belajar dari mana pun, mulai sedikit mengerti apa yang dikabarkan kitab suci Al-Quran.

Surat An-Nas

  1. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,
  2. Raja manusia,
  3. sembahan manusia,
  4. dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,
  5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
  6. dari (golongan) jin dan manusia.

dan Ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang tujuan Allah SWT dalam menciptakan jin dan manusia terdapat dalam surat Az Dzariyat ayat 56.

“Allah hendak menegaskan penciptaan keduanya semata-mata hanya untuk menyembah-Nya”.

Sedikit mengerti, bahwa kita hidup saling berdampingan, di tempat yang sama, demensi ruang waktu yang berbeda.

Pikirku, kenapa harus dikaitkan dengan mitos mitos yang belum tentu benar, dan coba aku kupas dari sisi sudut pandang yang berbeda.

  1. Manusia dengan segala anugerahNya, akal pikiran karsa cipta, apa lagi seorang anak kecil dengan segala imajinasi dan lamunannya melampaui ruang waktu tempat.
  2. Rasa penasaran yang sangat luar biasa, keingintahuan tanpa batas.
  3. Setiap orang, apalagi seorang anak kecil, kadang kala tidak bisa membedakan dunia realita dan dunia imajinasi. Dan mungkin kita pernah mendengar istilah “teman kecil”.
  4. Tiap orang pasti pernah mengalami, masa-masa asyik dari segala keasyikan di alam dunianya sendiri.
  5. Dan tidak adanya tempat bersandar, berteman, berdiskusi, bahkan sekedar bertanya
    Pun panas dingin ketakutan, tanpa pernah menemukan solusi dari segala pikirannya.
    Dari 5 poin ini, mungkin sering kita abaikan.

Martoyosri, klaten 8/12/2021

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This