Tuanku Raman dan Batujaya, Karawang

by | Dec 25, 2021 | Essai

Di Batujaya, Karawang paling tidak ada tiga artefak:

  1. Unur Jiwa (photo atas)
  2. Blandongan
  3. Betsheba

Terminologi:

  1. Batu Jaya, batu archaelogis. Di Tangerang juga ada toponim Batujaya.
  2. Unur Jiwa, Bahasa Melani, pemakaman. Unur adalah subjek with intens affection.
  3. Betsheba, pemandian wanita.
  4. Blandongan, tempat persinggahan

Menurut Bujangga Manik dalam Lalampahan XIV M, situs ini namanya Ramanea. Sebutan ini mengait nama Raman dalam Dam Raman di Metro Lampung dan Cilincing, Jakarta Utara.

Nama Tuanku Raman menjadi data revelata penduduk lokal. Penduduk menyebut bangunan archaic itu sebagai unur, arkeolog tarik urat leher berkata candi.

Siapa Tuanku Raman? Ia yang dimakamkan di Unur Jiwa. Di bawah jenazahnya terdapat sistem pengairan. Cara pengawetan jenasah seperti ini khas Asia Barat, berbeda dengan Egypt yang gunakan cara balsem jenasah.

Kalau dilihat penghadapannya, Unur Jiwa menghadap Jerussalem.

Kita sudah dapatkan nama Tuanku Raman, ahli bendungan, asal Asia barat. Adanya betsheba di Batu
Jaya juga kuatkan kesimpulan bahwa ini situs Asia barat.
Time line?
Penyebar Islam VII M orang-orang Emirat dan Bahrein. Orang Asia barat setelah ini.

Kemungkinan abad VIII/IX M. Tujuan? Mengingat mereka masuk dari Sumatera (adanya Dam Raman di Metro, Lampung), sangat mungkin mereka mencari emas.

Dua alat bukti lain bahwa situs Batujaya peninggalan orang-orang Asia barat (bisa mereka Iraq atau Palestina atau yang lain) adalah:

  1. Ragam hias geometri crawl pada Blandongan maupun unur Jiwa.
  2. Ditemukannya oleh penduduk lempéngan metal magic script beraksara Aramaic.

Crawl dan magic script Aramaic adalah Asia Barat.
Agama mereka saat datang ke Andunisi tak dapat dipastikan. Selama ini pemda setempat terima masukan begitu saja dari arkeolog lokal. Padahal tak boleh sembarangan menentukan latar belakang agama sebuah situs. Untuk Batujaya termasuk bukti adanya sembilan kerangka jenasah wanita dalam posisi duduk, dan dimakam satu lubang, harus diteliti. Sungguh tak mudah memahaminya dan ini harus dikaitkan dengan blocking bebatuan di sebelah barat unur Jiwa, yang sepertinya mengatur komposisi wanita-wanita yang akan hymn, bernyanyi dengan ratapan.

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This