Titik Tengah Membara

Apr 9, 2024 | Prosa

Views: 14

Titik tengah membara, pusat api, awal kebakaran, kegaduhan, penyebab persengketaan, kehancuran, kerusakan, terbakar, pembakaran, konflik, pertempuran, peperangan, terpusat, perkara, saling tuding, perkelahian, adu jotos, saling fitnah, saling menghujat, saling tuding, tidak merasa bersalah, terkikis adab moral etika, membangun kebohongan.

Adu kepintaran, saling merasa hebat, jor-joran kekayaan, tidak mau kalah, perankan kekuasaan, sok kuasa, sok hebat, tabir kelam, saling menguliti, saling memperkarakan, panas pemikiran, mencari kebenaran dan keadilan, mengungkit kesalahan, tebar berita bohong, mengakali, menabrak rambu-rambu hukum, kebobrokan role model.

Titik tengah membara, suatu keadaan di mana titik tertentu yang terpusat, apabila terjadi sesuatu yang tidak tepat, akan terarah problematika yang membias,.memancar dan meluas ke segala arah, yang mana dapat menjadi pemicu trigger, dan menimbulkan konflik, psikologis terganggu, traumatis atau kesehatan mental.

Kondisi dari semua aspek dalam kehidupan manusia dan ruang lingkupnya tidak terlepas terdapat adanya suatu peristiwa. Pada setiap peristiwa ada di setiap individual manusia, kelompok, organisasi, badan, dan atau hubungan interaksi sosial di antara manusia jika terjadi gesekan, kepentingan, penguasaan dan lain sebagainya, di situlah berawal titik tengah membara.

Tidak dapat dipungkiri bahwa, bukan hanya hubungan di antara manusia, terhadap hewan, alam semesta beserta isinya, dan terhadap Sang Pencipta pun demikian juga. Dari keadaan dimaksud bermula, berawal dari sesuatu hal setitik, jika dianggap tidak tepat menurut pemikiran tentu menimbulkan sebuah peristiwa.

Berawal dari satu titik tengah dari sebuah ide, gagasan, pembahasan, kebijakan, keputusan akan menjadi sebuah permasalahan bila tidak terarah keseimbangan, keselarasan, dan kepatutan yang tepat. Jika dari sifat internal sebagai manusia sudah menunjukkan sesuatu hal yang tidak tepat, bagaimana secara eksternal tentu pula beragam pemikiran, berbagai pandangan yang menyertainya dan tentunya dapat memicu bertolak belakang.

Pada dasarnya setiap insan manusia, baik terwadahi ataupun tidak, secara mendasar bila menerapkan sesuatu secara tepat, tentunya sudah memikirkan berbagai pertimbangan yang matang apa yang menjadi tujuan. Baik dalam hal menyangkut pokok persoalan, indikator, regulasi, (input, output, outcome), internal dan eksternal, money, sarana prasarananya, obyek/sasaran, dampak positif dan negatif.

Melangkah dan menerapkan yang tepat dan benar lebih baik, daripada hal yang sudah tepat dan benar, namun berpijak dan berjalan pada jalan yang tidak tepat. Dihadapkan pada keadaan saling tarik menarik seperti gaya gravitasi, merupakan tantangan yang begitu besar, berat di antara dua pilihan melakukan atau meniadakan.

Titik tengah membara di dalam jiwa manusia saling menarik, menekan dan ataukah akan berperan memainkan sebuah balon/pelembungan yang berisi gas berupa hidrogen, nitrogen. Dan saatnya dapat meletus yang bersinggungan dengan benda tajam, meledak bersentuhan dengan api, dan ataukah menyusut, meringkuk, lemas, lunglai tak berdaya.

*****

Titik tengah membara, bagaikan mengukir batu dengan alat tajam.

Semakin ke relung sisi dalam, kepuasan, kenikmatan semakin mendalam.

Bermain, memainkan peran, seraya menabuh genderang.

Saling membentuk guratan, bersinggungan semakin mengasikkan.

Berjalan bak ular menuju sarang, merebahkan jiwa seperti mertapa.

Berkilas balik di alam pikiran, menggeliat kehendak mencengkeram.

Mata terpejam, bayang-bayang pikiran merambah dan menjelma.

Mengejar suatu tujuan, duri-duri tajam diterjang.

Titik tengah membara, kepulan asap mengudara.

Jilatan api membumbung tinggi, dianggapnya angin lalu.

Menghipnotis dengan model dan gaya, bertumpu pada hamba sahaya.

Terbakar, hangus jadi debu, tiada lagi rasa malu.

Pertumpahan kata per kata, menjulang ke awang-awang.

Saling bertumburan, menarik, menekan, seraya saling melecehkan.

Urat nadi mengalir pada titik ujung kepala, rasa panas membara.

Mengukir peradaban manusia, pertanda perilaku membabi buta

Surabaya, 7 April 2024.

Yudi Ento Handoyo.

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This