Surat Kecil untuk Murid

by | Nov 29, 2021 | Essai

Hari ini, usiaku bertambah. Aku menjadi lebih tua. 76 tahun, tentu bukan usia yang dibilang muda lagi. Usia yang makin menua di tengah perputaran roda zaman. Di era yang makin canggih ini keberadaanku harus bisa menyesuaikan. Aku hanyalah seorang pengabdi sederhana, apa adanya. Dengan segala keterbatasanku, aku punya seribu mimpi. Mimpi yang kurajut bahkan di saat aku terjaga. Mimpi tentang kalian, anak-anakku yang tak lahir dari rahimku. Mimpi seribuku sederhana, aku ingin kalian dapat belajar dengan merdeka, menjadi insan yang tak pernah lupa pada Sang Pencipta, yang memberi kalian kehidupan.

Aku ingin kalian memiliki akhlak yang mulia, menyadari bahwa kalian tak sama satu dengan yang lain, menyadari bahwa dalam hidup ini perlu kebersamaan. Aku ingin kalian menjadi anak yang kreatif, dan mampu membedakan mana yang salah dan yang benar, mana yang baik dan mana yang buruk. Jadilah kalian pribadi yang mandiri, agar mampu hidup di segala zaman.

Aku hanyalah seorang pengabdi. Memang tidak seluruh hidupku kucurahkan pada dunia yang memberiku penghidupan. Kenapa? Karena aku juga punya keluarga. Aku juga butuh waktu untuk mereka. Bahkan tidak jarang hanya sebagian kecil saja waktuku untuk mereka.

Anak-anakku, aku memang bukan pengabdi sempurna. Setidaknya aku tulus memberikan tenaga dan pikiran sebatas yang aku mampu. Memberi sebagian kasih sayang yang tlah aku bagi-bagi dengan keluarga kecilku di rumah.

Anak-anak ku, dapatkah kalian wujudkan mimpi-mimpiku tadi?
Dengarkan, kutitipkan harapan ini pada kalian …
Untuk Generasi Milenial
Wahai generasi pemegang masa depan negri
Di pundakmu seluruh harapan kami titipkan
Tetap hidupkan lentera penerang bumi pertiwi
Jangan biarkan padam tertiup angin kenistaan

Bangunlah negrimu menjadi negri beristana
Jadikan bangsamu tuan rumah di sana, bukan mereka
Di tanganmu lah masa depan dan kejayaan
Jangan kubur benih-benih persatuan yang tlah disemaikan

Lihatlah dunia ini sudah semakin tua
Gemerlapnya tak akan lama
Jangan siakan waktu yang masih banyak kau punya
Tegakkan panji-panji peradaban bangsa

Ponorogo, 25 November 2021

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This