Si Seksi Tereksekusi

by | Jul 17, 2022 | Cerpen

Oleh: Marra Narayan

Muncul menampakkan diri di atas perairan dangkal setelah lama menyelam menyembunyikan dirinya hampir telanjang. Sembari menari mengitari tiang tombak yang juga merupakan senjata andalannya, dirinya menyerang diriku kebetulan berada di sana. Entah bagaimana masa lalu dirinya atau apa penyebab dirinya menjadi demikian, yang kutahu diriku berada di ambang kematian selagi diriku terpesona dengan kebasahan tubuhnya. 

Diriku sebenarnya tidak ingin menyakitinya, namun apa boleh buat jikalau nyawa telah menjadi taruhannya. Berbagai serangan tanpa henti dilancarkan oleh dirinya terlihat sakit jiwa, butuh waktu lama sebelum akhirnya dirinya tewas terbunuh oleh tanganku sendiri. Sebuah kemenangan hampa, diriku tidak menyukai perasaan ini sama sekali. Seandainya saja diriku tidak perlu melakukannya, mungkin diriku dapat selalu bersama dengannya. 

Sekarang yang tersisa darinya tinggalah tombak kesayangannya. Sebenarnya diriku ragu untuk mengambilnya, namun pada akhirnya kuputuskan untuk membawanya sebagai tanda diriku pernah menghabiskan waktu bersamanya. Diriku masih mengalami konflik internal, apakah diriku membuat keputusan tepat dengan “mencuri” peninggalannya? Mungkin merampok lebih tepat untuk mendeskripsikannya, lagipula dirikulah yang mengakhiri hidupnya. 

Selamat tinggal perempuan penari basah, tarianmu, tubuh telanjangmu, juga pose indahmu akan selalu tertanam dalam pikiranku. Seandainya suatu hari kita dapat bertemu kembali, kuharap dirimu tidak lagi kehilangan kesadaranmu apalagi nyawamu. Untuk sekarang kuucapkan selamat tinggal, juga terima kasih telah bersedia meluangkan masa terakhir hidupmu bersama denganku. 

Dirinya mungkin bukanlah seorang manusia, sebenarnya diriku tidak yakin makhluk apa dirinya sebenarnya. Pentingkah semua itu? Kurasa tidak, lebih baik menjadi bukan manusia daripada mengaku manusia layaknya dirimu hanya karena terlihat seperti demikian. Sungguh disayangkan, seandainya dirinya masih hidup mungkin diriku akan membuat ras baru bersama dengannya. 

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This