Sepatah Kata

by | Sep 17, 2021 | Puisi

Pukul dua,
tapi mataku masih menyala
menilik patahan luka
di atas sofa hijau tua.
Serpih-serpih daun bambu yang berserakan di beranda
dijerat sinar rembulan
yang bungkam menatap sendiriku.

Kuterimakan
tawar yang bukanku damba
dan dingin yang suka tiba,
di ujung bibirku
yang ingin mengucapkan
sepatah kata.

Malang, September 2021

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This