Sendu Sendiri

Sep 8, 2021 | Puisi

Views: 0

Aku turun dari pangkuan bidadari malam
Merepih duka sejenak basahi pipi
Semalam terjadi lagi
Berita lama yang bernaung dalam mimpiku
Bidadari membelai keningku dan berkata, “Tak apa”
Jendela kamar kubuka
Wangi napas alam membangunkan awan-awan
Membuka jendela lain di atas langit
Hati masih remuk mendengar berita malam
Wajah bidadari masih tak tampak dalam ingatan
Mencoba menggambarkan wanginya saja tak bisa
Beranjak pergi dari ranjang
Bersiap menghadap kepada cita
yang masih digantung pada dinding
dindingnya mati dan diam menahan khayalku
terhenyak masih dalam hati
mengobar ingin tahu bidadari yang wajahnya hilang
Isi berita yang terulang hanya sendiri kutahu
gadis murung di mimpiku itu termenung menghadap nisan,
nisan kosong tanpa nama. Tanpa tuan. Malam akan terulang lagi
di mana kakiku tidak dapat menjangkau gadis murung itu
lalu bidadari datang membelai dan berkata, “Tak apa”
mestinya aku ingat, ingat wajahnya.
Kenapa bukan gadis murung yang seharusnya dihibur oleh bidadari?
Hari sudah lewat, hanya
Wajah bidadari yang masih belum terjawab
Pikir masih melayang bertanya
penasaran akan mimpi yang berulang
Malam, aku ingin engkau tenang
Bintang, bisakah redupkan cahayamu sejenak?
Bulan, kamu sedikitlah rendah hati, engkau hidup karena matahari
Mata terpejam menunggu
jiwa lepas melayang
sudah sampai gerbang
tanah kubur sudah siap
dan gadis murung yang menatap nisan
di mana engkau bidadari?
Sendu yang sama dan terulang
Menetes duka dalam berita malam
“Kenapa baru saat ini kamu sadar?
Tiap kali diriku masuk dalam mimpimu
Kamu hanya menatap gadis murung
Yang menatap nisan tanpa nama itu
Bila jadi namamu yang akan tertulis di sana.
Gadis murung itu adalah dirimu
Diri yang ada dalam dirimu.
“Tak apa.”
Pagi menyambut lagi
Kembali merepih duka yang masih tersisa
Karena berita malam yang terulang
Bidadari hanya berkata, “Tak apa.”
Kasihan diriku.

Malang, 5 September 2021
Muh Naufal Rabbini

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This