Secuil Kenangan

by | Sep 22, 2021 | Puisi

Biasanya..
Aku mengekor saja di belakangnya saat pulang
T-black dengan akhiran 8
Sambil menikmati audionya Andmesh Kamaleng
Kulirik speedometer stabil di angka 60
Aku pun tak berani mendahuluinya…

Baiklah…
Aku bisa sambil sedikit mengantuk
Kurasa tidak mengapa
Lingkaran kemudi di depanku pun tak perlu kuputar
Tak khawatir akan menyasar
Hingga lampu merah kedua di depan nanti aku akan belok
Hanya begitu saja…
Hampir setiap hari…
Dua tahun delapan bulan…
Entahlah aku tak tahu pasti
Aku tak sempat melihat angka bulannya…
Ya sudahlah…

Kini…
T-Black dengan akhiran 8 itu tak lagi disini
Tak lagi parkir berjajar di sebelahku
Tak lagi ada bekas kaleng cat penampung buangan AC yang penyok terhimpit karena parkirnya yang selalu merangsek maju
Biasanya…
Aku hanya senyum saja setiap melihat itu
Karena besoknya pasti akan begitu
dan begitu lagi…

Kini…
T-Black dengan akhiran 8 itu tak lagi melaju di depanku
Routenya tak lagi sama
Entah pula siapa yang akan mengekornya
Entah pula aku akan mengekor siapa nantinya
Atau mungkin tidak mengekor siapa…
Mungkin arahnya berbeda
Atau mungkin speedometernya tidak 60
Entahlah….

Ponorogo, September 2021
Hernawati

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This