Ruth

Oct 13, 2021 | Puisi

Views: 0

Aku hanya akan bertahan pada sepetak jalan ini
Yang telah menuai mimpi demi mimpi
Kutau engkau selalu bertanya pada harap
Kapan pulang atau kemana akan pergi
Meski berkali telah kujelaskan
Aku tak akan kembali pada sepi yang menggigit
Nirwana menanti di ufuk
Kita cukup menera ulang jalan yang telah lama kita lalui
Seberkas cerita jadi menghias kisah kisah indah
Mengurai beratnya cinta dan perjalanan
Tapi kita tak hendak berhenti di tepi jalan
Kita mau terus, tapi maafkan
Aku harus menunggu di petak tua ini
Teruslah berjalan kekasih hati
Belahan jiwaku
Bawalah mawar melati untuk bekalmu
Agar menuntunku menemukanmu melalui bau harum yang engkau sisakan selewat pematang
Pun angin akan selalu memberi keramahannya
Pada takdir tak berperi
Kita hendak bertanya pada yang di sana
Bilakah bahagia datang menjelang
Sementara bunga terus saja kita tebar
Dengan sabar

Dari Pojok Baturetno, 12/10/2021

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This