Rhea

by | Oct 3, 2021 | Puisi

Aku pernah memegang kelopak matamu, Nyai
Kala itu jam belum lagi kelam
Engkau teruskan dengan mengukir harap di ubun ubunku
Kau tiup dengan hembusan matra mantra cinta

Lalu kita bergelut bergelindan beraromakan janji
Sampai pada jeda yang kesekian,
Engkau masih terus saja mengukir pintu sukmaku
Hendak kau apakan jiwa putihku?

Segera saja kita mendengar ketintang pelana kuda
Ooh… Rupanya kereta kencana mu telah tiba
Di dalamnya ada setumpuk raga tak kasat mata nan lara
Tapi tak kuasa mu hendak menyita ruh ku

Engkau tersandera oleh ku…

Yogyakarta, 01 Oktobe 2021

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This