Rajapaksha Dipaksa Baru Mau Mundur

by | Jul 12, 2022 | Essai

Oleh : Ridwan S

(Britisph Lithography 1610: cara berbusana orang Kandi, Sri Lanka. Kanan Kandi)

Sri Lanka di Indonesia dikenal sebagai Ceylon, dalam lidah penduduk: Selong. Dalam satu dekade terakhir Sri Lanka alami krisis econ karena banyak hutang. Krisis politik terjadi setahun terakhir. Rumah PM, saudara kandung Presiden dibakar. PM baru dilantik tapi pemerintah baru tak bekerja.

Rumah Presiden diduduki. Presiden dievakuasi entah ke mana. Rakyat menuntut (13/7/2022) Presiden Rajapaksha mundur, tahunya (10/7/2022) Gotabaya Rajapaksa, Presiden Sri Lanka, dan PM-nya teken janji siap mundur (13/7/2022). Colombo langsung pesta kembang api.

Pemerintah Pakistan Imran Khan, Sri Lanka Rajapaksha, dan Jokowi Indonesia seperti berada dalam time frame yang sama dalam pergolakan politik intern masing-masing. Lagi pula empiris, dalam politik Internasional, negara-negara bergolak seperti dalam sebuah regionalisme.

Sri Lanka dikabarkan bikin hutang non-budget pada China, dalam kasus ini kalau gagal bayar jadi tanggung jawab pejabat yang bikin hutang d.h.i Rajapaksha. Karena itu Kepala pemerintah yang tanda tangani hutang non-budget susah mundur. Akalnya rupa-rupa, kadang-kadang mau jadi tokoh dunia. Dalam kasus Malaysia, PM Mahathir menolak bayar hutang China yang dibikin Tun Razak.

Penyelesaian memang politik lebih dulu, lainnya menyusul. Kita concern dengan Sri Lanka karena pernah punya hubungan masa lalu dengan Indonesia. Kandi di Ceylon tengah, ke barat dari Kandi zona econ Colombo.

Mereka migrasi ke Indonesia akhir abad XVI M. Kalau di Jakarta mereka berhuni di dekat Pecenongan dikenal sebagai Gang Selong. Kemudian diganti Ceylon. Di Kebayoran Baru juga ada Kampung Selong.

Mereka disebut orang Kandi, ada juga yang menyebut Kandé. Itu hanya masalah soal logat. Seperti yang ada di lagu Minang dengan frasa, asam kandi asam balimbing.

Lelaki Kandi memakai sekaligus dua helai sarung. Yang satu dililit di pusar menjuntai sedikit di bawah lutut. Yang satu lagi diikat di pinggang. British litho 1610, foto atas, menggambarkan “pangeran” Jayakarta memakai sarung seperti itu.

Litografi Inggris sengaja datang ke Pejagalan mengcover peristiwa besar debat Ki Alang, intelektual Betawi dari Kampung Daleman kontra “pangeran” Jayakarta tentang keterampilan berpikir. Peristiwa ini ditulis Ki Alang dalam bukunya Hikayat Tumenggung Al Wazir yang kemudian diterbitkan Balai Pustaka.

Kalau pembuktian kedatangan India ke Indonesia dengan cerita Mahabharata dan Ramayana, maka juga tidak tertutup kemungkinan cerita-cerita itu dibawa orang-orang Sri Lanka.

Persoalannya, sangat sulit menemukan jejak India utara dalam linguistik, kalau mereka dikatakan datang kemari IV M. Jejak Maya dan Inca masih membekas hingga kini pada toponimi Jembatan Mera, Jamba Tana Mera, dan Jembatan Lima, Jamba Tana Lima. Maya saja sudah di sini 3050 tahun lalu (prof Kern, 1951).

Sri Lanka punya masa silam di sini, semoga Sri Lanka segera dapat membangun negaranya kembali.

RSaidi

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This