Puisi Puisi Alfiah Santi

by | Aug 19, 2021 | Puisi

Rindu Bertemu dalam Ruang Ilmu

Ketika pagi menyapa dan sinar mentari tersenyum
Ku selalu teringat wajah-wajah penuh semangat
Melangkah, berlari riang menuju ruangan
dengan membawa perlengkapan perang
Ya, mereka adalah pasukan yang siap untuk berjuang
Melawan kebodohan dan keterbelakangan
Membawa negeri ini siap untuk terbang

Mereka adalah muridku, sahabatku
Senyumnya adalah harapan
Pertanyaannya adalah pelajaran
Impiannya adalah masa depan

Ah…mengapa kini terasa hampa
Seolah melangkah namun tak menapak
Tak pernah kujumpai lembaran soal berangka
Lama sudah tak menggenggam tangan mereka
Bagaimana kabarmu?
Apakah kamu sudah sarapan?
Apakah nilai ulanganmu sesuai harapan?
Apakah ada materi yang tak dimengerti?
Apakah kamu rindu……?

Langitkan doamu, Nak…
Agar kita segera bertemu dalam ruangan penuh ilmu
Berbagi cerita dan asa untuk mewujudkan impian
Membuat negeri ini berkibar memesona dunia
Dan kita menjadi pilar-pilar yang membuatnya tegak
menopang cakrawala


Segenggam Rindu untuk Muridku…

Sudah lebih dari 400 hari sejak wabah itu datang, tak dapat kutemui lagi kalian.
Hingga kita harus berbagi ilmu lewat dunia maya.
Sampai akhirnya kalian lulus dengan predikat Generasi Corona.
Sedih rasanya tak dapat melihatmu memakai toga, berjalan di atas panggung dengan riuh tepuk tangan, dan doa penuh harapan.
Untaian kata yang sudah tersusun tak pernah dapat kusampaikan.
Masih terngiang saat kalian menyapaku di selasar sekolah, berlari, berlomba mencuri punggung tangan.
Sering kulihat kalian tersenyum simpul dari balik jendela seolah berkata, hari ini ada ilmu baru yang tumbuh di otakku.
Atau kudapati secarik kertas dilembar buku nilai berisi pujian, agar hasil ulangan tak di bawah standar.
Bahkan foto-foto kebersamaan saat olahraga pagi, seolah menagih janji untuk dapat bersama lagi.
Semua kenangan itu tak pernah hilang dan selalu terbayang, diiringi bening titik air mata.
Segala doa kupanjatkan, segala harap kulangitkan, segenap untaian kata kugoreskan.
Dengan satu pinta agar pandemi ini segera berlalu, dan kita akan segera bertemu.
Tetaplah semangat untuk terus menimba ilmu. Tak peduli jarak atau waktu.
Sang Maha Kuasa pemilik semesta, pasti mendengar doa kita.
Kelak akan kurengkuh kalian, dalam pelukan rindu seorang guru…

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This