Politik Identitas

by | Sep 29, 2022 | Essai

Oleh : Ridwan Saidi

(Foto spanduk pemilu 1982: Kaum Betawi ane ame ente nusuk Golkar)

Pakar-pakar yang kebetulan berasal dari kampus yang beridentitas Islam di setiap kesempatan selalu mengucapkan kata politik identitas seolah itu perbuatan aib. Yang disindirkan Islam. Etnisitas bukan politik identitas? Seperti spanduk pada foto di atas. Spanduk semacam ini bertabur di Jakarta pada pemilu 1982.

Sebagai pimpinan kampanye PPP di pemilu 1977 dan 1982 saya paham belaka, karena PPP pada pemilu 1977 menang mutlak di Jakarta dan di kelima wilayah kota pula, terutama di basis-basis populasi Betawi. PPP tidak memainkan politik identitas tapi tokoh yang ikut kampanyekan PPP, KH Abdullah Syafi’i, Zainudin MZ, Tuti Alawiyah tak perlu ditanya lagi asal etniknya.

Sesudah pemilu 1982 berdiri Badan Musyawarah Betawi. Ini bukan onderbouw Golkar tapi pemimpinnya banyak anggota-anggota fraksi Golkar DPR dan DPRD DKI. Saya tidak diajak-ajak. Saya tak tahu alasannya. Beberapa tahun terakhir saja diajak. Saya juga tak paham alasannya. Tapi saya yakin ini perkumpulan Betawi. Tentu saja berbeda dengan Kaum Betawi yang didirikan 1918 oleh MH Thamrin. Kaum Betawi mendirikan lima buah perpustakaan di Jakarta. Tjahaja Betawi majalah bulanan yang diterbitkan Kaum Betawi sejak 1918 secara teratur sampai Jepang masuk. Kaum Betawi terlibat dalam Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda. Kaum Betawi organisasi etnik. Semua pimpinan dan anggota orang Betawi. Bamus Betawi campur-campur.

Belum lama iseng-iseng saya tanya pengurus Bamus Betawi, rupa-rupa elemen sudah turun ke jalan protes bensin naik, numpang tanya Bamus Betawi kapan turun ke jalan? Hamba Allah menjawab, anak-anak sih banyak yang mendesak minta turun ke jalan, tapi tahu sendiri yang di atas (maksudnya pimpinan). Saya respons, Bamus ‘kan pecah dua, yang sebelah sana apa sama dengan ente dalam soal politik? Aah tau deh, kata hamba Allah mengunci dialog.

Tetapi komunitas Betawi baik dalam kelompok sendiri mau pun bersama kelompok lain banyak yang ikut terjun lapangan tolak bensin naik. Kalau Bamus Betawi, puak mana pun, kalau ada aksi protes masyarakat sejak pra reformasi mereka memilih menjadi pendiam yang budiman.

Politik identitas yang sering disindirkan ke Islam mirip stempel, tanpa penjelasan. Seorang di ILC mengatakan Gubernur Anies Baswedan politik identitas tanpa contoh kasus. Saya kebetulan duduk bersebelahan dengan pakar politik itu, saya digoda pertanyaan, apa Formula E, Stadion JIS, pemugaran TIM itu politik identitas?

Apakah membahas UU Perkawinan itu politik identitas? Main stempel asyik memang, tak perlu pemijaran.

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This