Perompak Jalanan Naik Kelas

Mar 23, 2024 | Prosa

Views: 17

Perompak jalanan, pelaku dalam bentuk kelompok, ikatan jaringan besar, beroperasi di lautan, tepi pantai, daratan, pemikiran jahat, raih hasil besar, berisiko tinggi, berdarah dingin, kejam, bengis, membuat rasa takut, menggunakan kekerasan, membunuh.

Berpenampilan perlente, tidak pandang bulu, target tercapai, berpikir keras, hidup dalam kekerasan, tak kenal lelah, ladang penghidupan, berbagai cara dilakukan, tidak takut hukum, ingin hidup mewah, tidak punya hati, raja tega, ingin merajai, tak bermoral, tak berakhlak.

Perompak jalanan, sepertinya hukum alam yang tiada pernah terputus, terkikis, dan cenderung mengalami perkembangan pada setiap zaman, teriringi dari perkembangan peradaban manusia. Apakah merupakan sabda alam?! Sebagai pengisi mengiringi dari isinya bumi yang dicipta oleh Sang Khaliq.

Dimungkinkan dengan adanya keberadaan manusia berbagai kultur, karakter, tingkah laku, perilaku, suku, bisa saling melihat, belajar, satu sama lain, dan di antaranya. Dengan demikian adanya pembelajaran pelan dan pasti, perubahan yang berarti, tidak serta merta atas kemauan di isi kepala ditumpahkan, sebagaimana pemikiran perompak jalanan.

 Perompak jalanan tidak hanya melakukan gerakan pencegatan, penghadangan, perompakan atau pelanunan di area laut yang terhampar sangat luas. Di sisi lain juga melakukan perompakan di tepi pantai, lebih-lebih di hamparan daratan dari ujung ke ujung.

Dari berbagai kawasan yang sangat luas dan menggiurkan, perompak jalanan yang mana mata dan hatinya, bagaikan melihat ladang emas bertaburan, kehendak merambah dan meraup sepuas-puasnya, sampai tidak bisa muntah dampak dari kekenyangan.

Perompak jalanan tidak berlabel, namun memiliki label sebagai budaya kejahatan yang berkembang biak, dan sampai beranak pinak. Perkembangan perompak jalanan menghiasi jagad jumantara, berputar bagaikan putaran angin tiada kunjung terhenti.

Perompak jalanan tidak lagi tutup menutupi di dalam aksinya, orientasi saat ini selayaknya perang terbuka, bagaimana memperoleh hal-hal sebagai target tercapai, berhasil, dan dikuasai, serta beranggapan yang dilihatnya di hamparan nan luas, merupakan warisan nenek moyangnya.

Perompak jalanan kurunnya masa, semakin cerdik, cerdas dan berpengalaman matang di dalam melakukan terobosan aksinya. Tak basa-basi melancarkan serangan, kata kunci “Menyerah ataukah tenggelam”. Tidak lagi menggunakan alat bantu, berupa senjata api, senjata tajam, namun menggunakan kekuatan keuangan dan bantuan alat canggih untuk memorak-porandakan keadaan.

Sudah sangat jelas label yang disandang, atas pemberian gelar terlahir dengan sendirinya. Dengan gelar dimaksud, bermuara sangat deras apa yang hendak diraihnya. Faktor ekonomi menjadi target perjuangan yang pertama dan utama. Ekonomi menjadi nomor satu dalam raihan penguasaan, dikuasai oleh karena sebagai kebutuhan yang pokok dan sebagai kepentingan hajad hidup orang banyak.

Dengan keberanian kegigihan yang terus digali, perompak jalanan menuai keberhasilan dan kesuksesan. Dari label aspek budaya kejahatan yang terlahir, terukir terarah pemikiran ke depannya, maka perompak jalanan memasuki lini di aspek politik, sebagai proses pembelajaran bertingkat.

Dari aspek politik lambat laun, memainkan peran totalitas mengubah ombak lautan, tepi pantai dan daratan menjadi wujud nyata semakin berbobot dalam kiprahnya. Perompak jalanan sangat hebat, menentukan langkah, menelisip, dan menebar angka-angka yang dapat mengintervensi secara tersamar, dalam memuluskan jalan terobosan yang signifikan.

Perompak jalanan atas label budaya kejahatan yang bersinggungan dengan hukum formal, meraih dengan keras terkait faktor ekonomi sebagai fundamental, dan secara otomatis penentuan kebijakan, serta langkah-langkah politik menuju aspek pengganjalan, serta pengendalian hukum sangat jitu.

 Dari ke tiga hal dimaksud, perompak jalanan naik kelas ke tingkat eksklusif, hal-hal ini sebagai penentu mutlak, bahwa kemenangan digenggam label perompak jalanan naik kelas. Antisipasi perompak jalanan naik kelas sangat matang, tidak hanya berpijak satu kaki, dan pijakannya mencari tempat yang aman untuk masa cukup panjang.

Perompak jalanan naik kelas, di luar dari tiga hal dimaksud, bukan menjadi tujuan yang utama, oleh karena menyita pemikiran. Jika keadaan berbolak-balik, memanas merupakan keuntungan, dari situlah kesempatan, peluang bertambah nilainya.

Semakin terbuka pintu-pintu masuk, maka terarah semakin tajam gerakannya. Jika keadaan bagaikan air keruh, bergelombang keras, menghantam yang dilintasinya, maka perompak jalanan berselancar menjauh untuk keselamatan dan kenyamanan. Tutup mulut, dan tidak menghiraukan walaupun hembusan ombak menggelegar silih berganti

*****

Perompak jalanan, mengukir gebrakan di laut dan daratan.

Hamparan nan luas, menjadi incaran tak lepas pandangan.

Berhamburan kilauan cahaya emas, membutakan mata dan pikiran.

Pundi-pundi terselip di celah batu dasar lautan, daratan masih tercium juga.

Perompak jalanan, tidak menapak sendirian dalam melangkah.

Ayunan langkah kaki, semakin cepat untuk sampai tujuan.

Berkolaborasi pada ikatan jemari tangan, sambil memeras santan.

Tiada terasa puas, kepuasan berpusar di alam pikiran.

Sinar matahari pagi, hari ini dan esok tidak selalu sama.

Kadang redup, cerah, dan kala terjadi kegelapan.

Alam semesta bisa bercanda, marah, apalagi tertakdir manusia biasa.

Perompak jalanan tiada mengenal air mata, dan hanya sebuah bayang-bayang belaka.

Perompak jalanan, bengis dalam memainkan peran, dan kendali nakhoda.

Rasa berkutat, berkeliaran, dan membuat belahan di isi kepala

Merasa kuat bagaikan punggawa, seakan pegang kendali di tangannya.

Perompak jalanan naik kelas, dari kesudraannya.

Surabaya, 21 Maret 2024.

Yudi Ento Handoyo

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This