Pensiunan dan Ekonomi Rakyat

Aug 26, 2023 | Ekonomi/UMKM, Kuliner

Views: 1

Inilah teladan seorang perempuan. Namanya Ibu Ropina Herlina dari Pontianak, Kalimantan Barat. Setelah mengabdi sebagai guru sekolah lebih dari seperempat abad dan pensiun, ia kerjakan aktivitas sesuai hobinya yang selama ini dipendam.

Hobinya masak memasak dari sejak muda membuatnya tertarik mengembangkan bisnis aneka ragam kue tradisional. Semua berbahan lokal dan alami. Seperti kue lapis keladi, ubi, dan lain-lain. Paling saya suka adalah kue khas Oi, yang dalam bahasa China artinya keladi bulat. Gurih dan lembut serta ada rasa khas udang ebinya.

Tak hanya lezat, makanan yang diproduksi semua bebas gluten. Dikarenakan berbahan baku lokal, sudah pasti berdayakan petani kita. Tanpa harus diembel-embel slogan ekonomi kerakyatan tentu berdampak strategis bangun kemandirian dan kedaulatan bangsa. Seperti Bung Karno katakan, “Apa yang kamu makan itu tentukan seberapa daulat kamu”.

Ibu Ropina adalah orang tua dari empat anak dan istri seorang dosen di Universitas Tanjungpura (Untan) dan juga tokoh gerakan Koperasi Munaldus Nerang.

Mewarisi tradisi intelektual dan kerja keras kedua orang tuanya, salah seorang putrinya, Yohana, setelah lulus program master dari Inggris juga concern kembangkan produk lokal terutama buah maram dan kakao dengan merek Kalara.

Ibu Ropina jelaskan bahwa pensiun itu bukan berarti harus berhenti aktivitas. Justru setelah pensiun banyak waktu karena tak lagi mengurus anak-anak dan juga pekerjaan utama. Saat pensiun juga berarti memiliki waktu untuk mengembangkan berbagai aktivitas sesuai hobi.

Ibu yang tak suka sia-siakan waktunya untuk hal-hal yang tak penting ini juga mengkritik fenomena dunia sosialita. Dia ungkapkan, dunia sosialita yang penuh glamor dan kepalsuan saat ini banyak yang tak bermanfaat, boros serta banyak menghancurkan kepribadian.

Dia memilih hidup pakai prinsip PPBD ketimbang BPJS. “Untuk apa BPJS, Bujet Pas-Pasan Jiwa Sosialita, mendingan PPBD, Pendapatan Pengusaha Baju Dasteran,” jelasnya. 

Oke Bu Rofina, semangat terus dan sukses selalu untuk bisnis kuenya.

Suroto

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This