Pameran Photo Nyai di Negeri Belanda

by | Dec 27, 2021 | Essai

Belum lama di negri Belanda digelar pameran photo Nyai yang dihadiri Ratu Belanda. Pelbagai photo Nyai dltampilkan yang berasal dari era 1900-an (photo atas).

Nyai wanita native yang bekerja sebagai PRT di rumah orang Belanda yang hidup membujang. Si Tuan dan PRT hari-hari pandang bertemu pandang akhirnya rasa cinta di qolbu menendang-nendang.
“Jo’é, apa kowe orang suka jadi aku punya bini?” Kata Tuan.

“Kalu saye sih dari kemaren juga ude siap, Tuan,” Kata Jo’é transparan.

Tuan dan Jo’é akhirnya jadi laki bini zonder nikah. Status Jo’é bini piara. Publik menyebut Nyai Belanda.

Nyai Belanda paling sohor Dasima. Ia berpapasan dengan maut tahun 1821. Menurut G. Francais yang pada tahun 1853 menulis buku tentang Dasima, bahwa Dasima bekerja di Curug, Tangerang pada Tuan Tanah Perancis nama Francais. Francais punya kenalan di Betawi seorang Inggris notaris nama William yang sering berkunjung ke Curug. Setelah ada Dasima William lebih sering berkunjung.

Namanya bule, William bilang terang-terangan ke Francais yang dia mau jadikan Dasima bini piara dan akan dibawa ke negri Betawi. Francais sepakat.

Rumah tangga William dan Dasima berjalan lancar, malah William kasih modal buat bini piaranya untuk berdagang emas keliling yang istilahnya cengkauw.

Suatu sore cengkauw Dasima pulang dari dagang di Pasar Baru naik delman ke rumahnya di Pejambon.
Di pinggir kali Pejambon dekat rumahnya, delman berhenti. Kusir yang kemudian diketahui bernama Samiun itu seret Dasima lalu godot lehernya dan buang jenasahnya ke kali. Uang dan emas dibawa kabur.

Penjajahan Perancis di Jawa aneh. Mereka pegang pemerintahan dan tentara tapi Polisi tetap Belanda.

Polisi Belanda tangkap Samiun.

Kata polisi Belanda pada Samiun, zegt Miun, kowe orang tidak dihukum mati, hukum badan saja kalau kowe mengaku yang bunuh Dasima

Orang nama Puasa, kowe cuma bantu-bantu Puasa.

Samiun: Saya akur, tapi urusannya apa sama Bang Puasa jago Kwitang?
Polisi: Kowe jangan banyak omong, Puasa latih banyak orang-orang Mester main silat. Kita orang curiga.

Puasa dihukum gantung sampai mati pada 1821 tanpa salah.

Pada tahun 1825-30 pecah perang Diponegoro. Terkenal keterlibatan kontingen Mester bantu Diponegoro.

Kontingen Mester itu yang pernah dilatih Puasa orang Gg Mendung, Kwitang.

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This