Pahlawan: Setia Berkorban, Bukan Sekedar Dikenal!

by | Nov 12, 2021 | Essai

Pada tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran hebat antara arek-arek Surabaya melawan Sekutu yang ingin merebut kemerdekaan Indonesia. Memaknai nilai-nilai kepahlawanan saat ini tidak harus dengan mengangkat senjata dan turun di medan perang. Namun, dengan menjaga negara Indonesia tetap utuh.

Peringatan hari Pahlawan memiliki makna yang khusus di masa Covid-19 saat ini. Tak bisa dielakkan bahwa Indonesia salah satu negara yang terdampak Covid-19.

Dengan dasar itulah generasi milenial memiliki power untuk menjadi motor penggerak dalam menangkal pandemi. Generasi milenial diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyongsong tantangan zaman yang terus melaju. Pada momen ini generasi milenial Indonesia yang terlahir dimana dunia modern dan teknologi canggih diperkenalkan publik harus mampu meneladani jiwa heroik para pahlawan bangsa ini, dimana dengan segala keterbatasan para pahlawan 76 tahun yang lalu mampu berjuang sampai tetes darah terakhir.

Untuk membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa pejuang. Termasuk melawan Covid-19. Namun saat ini jiwa heroik terlihat memudar. Peringatan hari Pahlawan sekedar seremonial belaka. Kita harus sadar bahwa bumi yang dipijaknya saat ini dulu tersusun atas deraian air mata, tetesan peluh dan cucuran darah. Apa yang ada dibenak kita jika membayangkan hari Pahlawan?, bagaimana generasi milenial memaknai hari Pahlawan?

Bercermin dari kata bijak M.Hatta “Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita.” Sebuah filsafat yang menyadarkan kita untuk senantiasa memupuk jiwa heroik dari para pahlawan. Negara kita saat ini dihadapkan pada problema yang menyedihkan dan kriris multidimensi mulai dari aspek sosial, politik, budaya dan termasuk Covid-19 yang kian hari semakin memperihatinkan menyebar dibeberapa klaster, mulai klaster lembaga sampai klaster keluarga. Untuk itu jangan banyak bersantai dan terlena, namun bangun semangat untuk perjuangan kedepan .

Perangi virus Covid -19, wujudkan SDM Unggul Masa Depan. Gunakan medsos sebijak mungkin. Pasalnya, dunia medsos kini tidak bisa dicegah, baik sisi positif maupun negatif. Lakukan kontestasi konten media secara baik. Konten positif dapat memberikan perubahan signifikan.

Perlu upaya menggerakkan literasi media agar masyarakat dapat lebih melek terhadap medsos sehingga tidak dikendalikan oleh perkembangan teknologi tersebut, melainkan mengendalikannya. Sebab kebanyakan masyarakat saat ini memiliki kecanduan teramat sangat terhadap ponsel bahkan seperti kehilangan belahan hati jika hidup tanpa ponsel.

Jadikan momentum hari Pahlawan dengan menjadi pahlawan masa kini yang bertarung melawan Covid-19, berkiprah menjadi generasi cerdas, kreatif, dan melakukan perubahan di berbagai bidang kehidupan. Para pewaris negeri, jadilah kita pahlawan masa kini dengan jiwa ksatria mengemban amanah para pahlawan, melunasi janji negeri.

Bangun kesadaran sejarah bahwa raut negeri hari ini adalah cermin masa depan bangsa.– citra hari pahlawan di era saat ini harus digulirkan dalam format perencanaan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul masa depan. Generasi milenial harus menjadi pahlawan bagi lingkungannya. Jangan hanya sekedar mengenang jasanya. Setidaknya, menjadi pahlawan untuk diri sendiri dengan meningkatkan frekuensi belajar, membaca, dan berinovasi.

Perihal yang perlu diperjuangkan tidak untuk kepentingan individu maupun kelompok melainkan demi kesejahteraan rakyat serta kepentingan bangsa dan negara. Oleh karena itu, diharapkan pemuda milenial terus menerus inovatif ,kritis, dan kreatif dalam menempatkan role-nya. Namun satu hal yang harus dicatat bahwa dari hari Pahlawan ini adalah generasi milenial membangun kompetensi yang simultan dengan professional and interest.

Dunia digital melahirkan beberapa profesi baru seperti sosmed specialist, content writer, video creator, grapic designer dan data analist yang semakin kompetitif dan membutuhkan keahlian spesifik. Teknologi adalah karya terbesar kita yang kita hadiahkan bagi generasi mendatang, teknologi mampu melakukan lebih banyak dari manusia, tapi ingat manusia tetap lebih hebat dari teknologi. Karakter Pahlawan sampai kapanpun tak akan mampu diwakili oleh teknologi.

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This