Nikmat dan Uniknya Nasi Pecel Ponorogo

Oct 25, 2021 | Kuliner, Ragam

Views: 4

Indonesia memiliki kekayaan yang beragam. Suku, agama, budaya, adat istiadat, dan lain-lain. Alam Indonesia pun menyediakan kekayaan yang tak terhitung jumlahnya. Semua adalah anugrah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Salah satu kekayaan yang ada adalah makanan tradisional. Tiap masyarakat memiliki kekhasan dalam hal makanan tradisional. Masyarakat Jawa misalnya, memiliki banyak makanan tradisional mulai dari yang sederhana pengolahan dan penyajiannya, hingga yang sederhana namun rumit pengolahannya. Salah satu diantaranya adalah nasi pecel (sego pecel).

Kuliner makanan ini tentu sudah tidak asing bagi masyarakat Jawa, khususnya Jawa Timur. Hampir tiap daerah di provinsi paling timur pulau Jawa ini mengenal nasi pecel, dengan ciri khas masing-masing. Bisa jadi nasi pecel Ponorogo memiliki tampilan dan rasa yang berbeda dengan nasi pecel Surabaya.

Sebagai orang Ponorogo, saya akan mengenalkan nasi pecel khas Ponorogo.

Bagi masyarakat Ponorogo, nasi pecel termasuk salah satu menu kuliner andalan. Makanan tradisional yang sederhana ini nikmat disantap sepanjang hari. Artinya bisa pada pagi, siang, sore, dan malam hari. Kuliner ini terdiri dari nasi, sayur mayur yang dimasak yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan kulupan, sambal kacang, dan lauk pauk, yang pada umumnya terdiri dari tempe goreng, rempeyek, bothok kacang tholo, ikan sungai, dan lauk tradisional lainnya. Untuk sayur mayur pecel Ponorogo terdiri-dari berbagai macam sayur. Daun belinjo, daun lembayung, daun kenikir, kacang panjang, bunga turi, dan lain-lain. Cita rasa sambal pecel Ponorogo yang dapat menggoyang lidah didapat dari paduan kacang tanah yang disangrai dan bermacam bumbu dan daun jeruk purut, menjadi sambal pecel yang nikmat.

Nasi pecel Ponorogo terasa lebih nikmat jika disajikan dalam wadah dari daun pisang atau daun jati. Nasi yang panas akan beradu dengan aroma daun, menciptakan rasa nikmat yang makin nyata. Jika membeli nasi pecel untuk dibawa pulang, akan dibungkus dengan daun pisang. Di beberapa penjual nasi pecel di Ponorogo ada juga yang membungkusnya dengan daun jati. Bagi sebagian orang mungkin tidak suka. Tetapi bagi penyuka nasi pecel bungkus daun jati, aroma daun jati akan menambah nikmat nasi pecel di dalamnya. Cara membungkusnya pun unik, dan tidak ada di daerah lain.

Di mana dan kapan bisa mendapatkan nasi pecel di Ponorogo? Di mana saja dan kapan saja. Penjual nasi pecel di Ponorogo ada di banyak tempat, baik di desa maupun di kota. Ada yang buka dari pagi hingga siang, pagi hingga malam, sore hingga malam, dan malam hingga pagi. Untuk menarik pembeli tak jarang mereka memberi label warung nasi pecel mereka dengan nama yang unik-unik. Misalnya Warung Nasi Pecel Halilintar. Nama itu dipakai karena nasi pecelnya memiliki rasa pedas yang lebih. Orang Ponorogo tidak merasa bosan dengan menu satu ini, meski hampir tiap hari menyantapnya, termasuk saya. Berkunjung ke Ponorogo, tidak lengkap rasanya jika belum menikmati kuliner nasi pecel. Yuuuuuukkk ….

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This