Mulutmu Bau, Menyengat Tidak Mampu Olah Rasa

by | Aug 25, 2021 | Puisi

Sejengkal dari ujung ibu jari sampai ubun-ubun, hanya pikiran yang engkau andalkan.
Sejauh apa jasadmu melekat roh suci atas kehendakNya, engkau gembleng, dihancurkan menekannya
Sejauh apa engkau lilitkan isi perut, isi otak dan isi hati, disuguhkan kepadaNya
Abimana (sombong, congkak) melekat atas kodrat kuasaNya, kodratnya tidak pandang usia.

Hebat isi otak banggalah atas hidayahNya, sebatas itulah kerdil hatinya yang digaris Yang Maha Kuasa.
Tidak akan mampu mengoyak titah Sang Tunggal, jikalau mampu matikan jiwa dan raga.
Abilasa (hawa nafsu serakah) mengalir di darahnya, tidak akan surut sampai kapanpun, kematian taruhannya.
Tegakkan kebanggaanmu, bangga mengalir sifat sombong, congkak dalam satu ikatan jiwa dan raga.

Mulut bau menyengat keluar dari belahan bibir asal bicara, karena tidak mampu mengolah rasa.
Mudah mengucapkan asal bicara, pikiran dan hati tersambung, nafsu menjadi malapetaka

Pikirlah resapi berhari-hari, agar tidak terperosok, terjungkal karena bangga asal bicara dan kehebatannya
Butuh pengakuan karena hebatnya, hanya isi otak kepala yang disuguhkan di hadapannya.

Sang Tunggal goresan tulisanNya di Lauhul Mahfudz, tidak ada ciptaannya bisa merubahnya.
Cahaya Sang Maha Suci yang akan menghapusnya, jika dia kekasihnya.

Hanyalah diaNya yang Maha mengetahuinya.
Sadar dan tidak sadar, umatnya menabrak-nabrak karena dunia yang dikejarnya
Diberikan cobaan wabah penyakit, kematian masih disangkal dan pendapat mengingkarinya.

29 Juli 2021

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This