Monolog Kopi Dingin

by | Aug 31, 2021 | Puisi

Pagi ini kurang tenang
Padahal aku sudah membuat kopi panas
Duduk bersantai di pinggir jendela
dan menikmati matarahi pagi yang masuk melalui celah celah ranting pohon

Ya..tetanggaku sedang memperbaiki rumahnya
sedari pagi
Suara gurinda, gergaji, dan palu yang takkan usai sampai sore nanti

Kopiku masih belum habis siang ini
jelas sudah mulai dingin
Aarghh.. bagaimana para pekerja itu masih bisa menikmati kopi sembari bekerja dengan suara ribut begitu

Menjelang ashar
Aku menyadari sesuatu
Ada sela – sela mereka berhenti untuk “mengopi”
ketika mereka berhenti sejenak untuk meneguk kopi
Aku juga meneguknya
ketika mereka mulai bekerja
Aku menunggu mereka kembali berhenti
agar kopi ku lebih nikmat diminum dalam ketenangan

Sudah dua jam ku melakukannya
dan malah aku mulai menikmati apa yang mereka kerjakan
Suara yang waktu pagi kudengar bising
sore ini seperti lantunan ditelingaku

Kopi ku sudah habis, bersamaan dengan waktu kerja mereka yang sudah habis juga
Ternyata kenikmatan bisa kita bentuk sendiri
ketika kita bisa melihat sisi lain dari gangguan

Ah ya, hidup memang separadoks itu

Baca Juga

1 Comment

  1. Erick

    Tuh kaan.. Emang keren ms Ido

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This