Merah Darah

by | Dec 15, 2021 | Puisi

Warna merah darah, bagai hati teriris terbelah membelah
Sayatan demi sayatan mengiris-ngiris, ratusan tahun silam
Irisannya tajam menghujam pelan keras, merobek urat bebatuan dan tanah
Mengakar menyebar berbagai penjuru arah, rasa sakit tidak di rasa.

Perjanjian kalam telah berakhir, menunggu masa begitu panjang
Terkubur masa demi masa, terlupakan sepanjang masa
Aura warna merah darah merangkak pelan, cepat di masanya
Tiba waktunya menagih janji suci kala saat ini terjadi

Gelombang menggelinding dengan keras dan cepatnya
Menggeret satu demi satu, menarik urat-urat bertalian menjadi satu ikat
Menimbulkan retakan berjajar bersilang, saling menghancurkan
Suara gerakan nyaring tak terdengar, pelan timbul ledakan

Asap hitam kelam berbaur warna merah darah, bagai warna buah delima
Biji-bijinya keras padat merah menganga, membakar perlintasan yang dilaluinya
Bagai pemandangan duka lara, sakit merana dimuntahkannya
Hanya tanda tanya?, Secepatnya membuat keblingsatan panasnya alam semesta.

Sby, 13 Desember 2021.

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This