Menunggu

by | Nov 17, 2021 | Puisi

Sedetik, semenit,…berlalu tanpa lagu
Dari aku sendiri hingga berjajar satu dua di ruang itu
Menunggu sosok penolong bersahaja
Tanpa mantra, dupa dan bunga-bunga

Di ruang bersih di atas bangku besi hijau
Kusandarkan punggung pada dinding kaca
Ah, kenapa dinding ini tidak terbuat dari busa saja?
Sesekali mataku memejam menahan rasa

Tigapuluh menit sudah bergulir sang waktu
Belum juga nampak sosok yang kami tunggu
Dudukku mulai gelisah kini
Sesekali kuangkat pantatku berpindah posisi

Kutebar pandanganku menyapu tiap bagian ruang tunggu
Ada jam dinding yang terus berdetak menghitung waktu
Aku mulai lelah menyandar pada kaca bagai batu
Ketika sang penolong melangkah menuju ruang tunggu

Ponorogo, 16 Nov. 2021

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This