Mengemis Penjelasan

by | Aug 29, 2022 | Tajuk

Oleh: Marra Narayan

Diriku bukanlah makhluk serba tahu, banyak hal tidaklah aku ketahui jawabannya. Diriku hanyalah seorang yang senang berkomentar dan memikirkan segalanya sampai pusing sendiri. Terkadang beberapa di antaranya dapat dibilang kurang masuk akal bagaikan mempertanyakan apa yang seharusnya tidak perlu ditanyakan. Setidaknya begitulah kata mereka makhluk pengikut arus.

Apakah salah jika diriku tidak memikirkan harta dan jabatan? Apakah salah jika diriku mengambil waktu jeda di saat mereka sibuk mengejar gelar sekolah? Mengapa mereka selalu bertindak seolah mereka mengetahui segalanya? Diriku bukanlah dirimu, jika dirimu berada di posisiku, tindakanmu mungkin akan berbeda dengan apa yang kulakukan. Memberi kritik, saran dan masukan tidaklah masalah, lain ceritanya apabila telah berubah menjadi sebuah tuntutan.

Mungkin diriku hanyalah seorang makhluk bodoh nan lemah, sehingga banyak dari mereka berusaha mengarahkanku menjadi seperti mereka. Sayangnya ternyata mereka jauh lebih bodoh dari dugaanku. Tentu saja mereka tidak ingin mengakuinya, siapa juga ingin dikatakan bodoh, apalagi oleh orang bodoh lain sepertiku.

Mereka sangatlah pintar, lebih pintar dari siapa pun, merekalah sang paling pintar. Buktinya? Banyak gelar bahkan sampai ada di antara mereka memiliki jabatan tinggi dan menjadi seorang pemimpin penuh kuasa. Hebat bukan? Apalagi jika dibandingkan dengan diriku yang selalu mengurung diri dalam ruangannya, tidak melakukan apa-apa selain pulas tertidur dan bertelanjang diri.

Bukannya diriku sok tahu, diriku memang tahu apa yang diriku mau. Tidak seperti dirimu yang selalu sok tahu dan asal menebak kebutuhanku dengan ego besarmu. Jika dirimu memanglah mengetahui segalanya, mengapa dirimu masih harus bertanya padaku hal yang seharusnya sudah dirimu ketahui? Mengapa makhluk pintar seperti dirimu mengemis penjelasan dari makhluk gila bodoh sepertiku?

Kurasa semuanya sudah jelas, dirimu sudah menjadi makhluk buta menyedihkan. Dirimu hanya ingin dibanjiri tumpukan pengakuan. Memang sudah menjadi hal biasa bagi makhluk rendah sepertimu mengejar hal demikian. Normalnya adalah mengejar apa yang tidak dimiliki, namun sedih juga jika selama ini dirimu sampai harus berjuang mengejar apa yang sebenarnya sudah dirimu miliki. Bagaimana rasanya menjadi pusat perhatian?

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This