Mengeluh

Oct 25, 2021 | Uncategorized

Views: 0

Insan manusia memiliki kekuatan jika terbentuk dengan keterlatihan, juga adanya kelemahan pada sisi-sisi lainnya. Oleh karenanya bukan dari kekuatan lahiriah saja, juga kekuatan batiniah.

Kadang kala sifat yang muncul dan melemahkan kekuatan dimaksud, yakni sifat mengeluh. Karenanya mengeluh mempengaruhi seutuhnya pada diri manusia, juga bisa mempengaruhi diri setiap orang dalam lingkungannya.

Sifat yang mendasar dan menjadi terbentuknya kekuatan setiap insan manusia berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Bisa karena pembawaan sejak lahir, bisa juga dibentuk sehingga adanya perubahan diri manusia, dan semuanya membutuhkan waktu yang cukup panjang dalam proses dimaksud.
Pada setiap proses pembelajaran, baik secara lisan diarahkan secara bertahap dan melalui proses pembelajaran keseharian, pengarahan dan juga dalam proses pendidikan melalui tahapan secara bertingkat, bukan hanya menyangkut membuka cakrawala pemikiran, menulis dan mengembangkan pola pikirnya. Termasuk dalam hal membentuk tingkat disiplin, mental yang menjadikan satu ikatan jiwa diri manusia dengan berbagai hal yang melingkupinya.

Pembentukan setiap insan manusia sejak dini, dilandasi tidak hanya di luar rumah pada lembaga pendidikan, namun lebih banyak dari sisi internal, melalui pendekatan secara persuasif, humanis dan kelembutan oleh orang tua. Dengan berbagai cara tidak hanya mendorong, memotivasi namun bagaimana orang tua memberikan contoh secara nyata, tidak hanya menyuruh, mengarahkan namun berbuat di depan mata, sehingga pembelajaran secara nyata akan mempengaruhi jiwa insan manusia sejak dini.
Di sisi lainnya sebuah ucapan, perkataan yang perlu ada fungsi “Rem, Kontrol”, dan sangat berhati-hati oleh karena setiap perkataan yang tidak baik, kebablasan akan mempengaruhi jiwa, doktrin dengan secara tidak sadar. Jika perkataan terus dilantunkan dengan hal yang tidak baik, maka akan secara cepat mengubah jiwa diri sejak dini, dan dapat menjadikan, membangkitkan rasa permusuhan, pertentangan, ketidaksukaan, rasa benci dan menjadikan “Bom Waktu” karena perubahan sisi psikologis insan manusia sejak dini dan kedepannya.

Genderang pembentukan mendidik, mengarahkan, memotivasi harus sama dan seimbang, sehingga tidak timbul berat sebelah. Jika tidak ada keseimbangan maka, secara tidak langsung akan mempengaruhinya, dan jika muncul hal sebuah pendapat, perkataan “Mengeluh dan Mengeluh” akan menjadikan kunci kemunduran pelan jika didengar dari insan manusia pemula. Maka perkataan- perkataan akan ditirunya jika tidak cepat, ditiadakan maka akan menjadi perekat dan mempengaruhi jiwa pula secara stimulus.

Tinjauan sangat sederhana namun berat sanggahannya, bagaimana mengubah dengan keras diri sendiri, atau di hadapan kita yang merupakan amanah dalam kehidupan. Jika dilakukan dan berusaha secara maximal, maka akan menjadi hal biasa dan tidak ada apa-apa, secara kala waktu akan terjadi perubahan yang tidak disadari. Di sinilah merupakan keterlenaan, pembiaran secara terselubung dianggapnya di hadapannya tidak ada permasalahan, padahal sesungguhnya terdapat hal yang disembunyikan.

Apakah sifat mengeluh yang melekat pada diri insan manusia sudah terbawanya sejak dalam kandungan, atau ada setelah terlahir di alam semesta? Sebagai insan manusia tentunya menjadikan pertanyaan bagi diri sendiri, terkait hal “Mengeluh”, sederhana namun menjadikan pemboikotan diri, kemalasan diri, keminderan diri, kerusakan dan kehancuran diri secara tidak disadarinya.
Dan bagaimana sifat rasa mengeluh dapatnya ditiadakan, dihilangkan, dieliminir dan dihapuskan pelan dan pasti, sehingga tidak menjadi bahasan, pemikiran, penilaian di hadapan insan manusia lainnya.

Surabaya, 20 Oktober 2021

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This