Mengantar Rindu

by | Aug 31, 2021 | Puisi

Masih kurawat susunan katamu di dalam relung-relung ingatanku. Wangi tubuhmu, lekuk bibirmu, warna suaramu, tempo berjalanmu, caramu memegang pena, macam air mukamu, masih jelas tergambar semua dalam ingatan.
Mengingat semua tentang dirimu membuatku ingin cepat kembali bertemu.
Tepat di sudut malam, bintang merangkai satu persatu kata yang kau ucap,
“Berjanjilah padaku. Setelah tujuh tahun perjalanan, kita akan bertemu kembali di pusat kota ini.”

Aku menyandarkan pundakku pada kursi kereta sambil melihat langit malam. Sudut kenangan memberi warna-warna pada bintang yang singgah di langit. Kuharap, bukan hanya aku yang menunggu dan mengantar rindu ini.
“Tujuanku sudah dekat, baiknya aku bersiap untuk turun dari kereta. ”Aku mengemas kembali rindu yang sudah tersampai pada langit malam, bintang-bintang melempar senyum berharap aku dapat mengantar rindu yang sudah rapi terkemas.

Malang, Agustus 2021

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This