Mendidik Anak Menjadi Hebat, Apa Bisa?

by | Oct 17, 2021 | Opini

Hebat bermakna luas. Hebat bisa berarti punya bakat. Hebat bisa berarti berprestasi. Hebat adalah mereka yang juara. Hebat itu berani berbeda, keluar dari zona.

Kebanyakan orang menilai kehebatan dari hasilnya. Mereka yang terkenal adalah hebat. Mereka yang kaya materi itu hebat. Para atlet yang memiliki koleksi piala dan kalung medali juga termasuk dalam kategorinya. Namun pernahkah kita mengapresiasi bahwa hebat itu ada pada proses. Bukankah banyak yang tak terungkap, mereka yang melalui tempaan hidup demikian berat, tetap rela bertahan meski rasanya seperti sekarat. Apakah mereka terkenal? Atau viral? Apa mereka berhasil dari segi materi? Apa mereka sukses setelah melalui rentetan proses? Lantas, apa sukses hanya selalu dipandang dari harta dan materi saja? Terlalu panjang untuk dijabarkan.

Dalam lingkup pendidikan, salah satu tugas pendidik adalah membimbing peserta didik menjadi anak-anak hebat. Hal ini tak lepas dari peran serta orang tua tentunya. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah semua anak bisa menjadi hebat? Jawabannya adalah, YA. Bahkan seorang anak difabel pun bisa jadi hebat. Tergantung pada seberapa kuat anak itu siap melalui prosesnya.

Untuk bisa menjadi hebat, tidak harus menonjol pada sisi akademis saja. Non akademis juga bisa jadi perantara menghebatkan anak. Seorang penulis terkenal tidak harus selalu pandai matematika. Seorang ilmuwan belum tentu suka olahraga. Seperti halnya seekor burung. Dia tentu tak bisa berenang, tapi kita bisa melatihnya untuk menjadi penerbang hebat. Seekor ikan jangan paksakan untuk terbang, sebab fitrahnya adalah menjadi perenang handal.

Di sekolah, kurikulum telah dirancang sedemikian rupa untuk memberikan bekal keilmuan dasar bagi anak. Secara intrakurikuler materi-materi pelajaran diberikan seimbang baik teori maupun praktek. Ekstra kurikuler dibuat untuk wadah pengembangan potensi anak yang tak tertuang dalam kegiatan pembelajaran regular.

Namun ada kalanya anak masih belum mengerti bakatnya apa. Bahkan minat pun beberapa masih bingung. Maka di sini peran guru dan orang tua untuk mengarahkan dan mengenalkan anak pada bidang-bidang baru. Hingga anak-anak menemukan bakat dan minatnya.

Perkembangan teknologi saat ini sangat memberi kontribusi pada faktor pengenalan pada dunia baru tersebut. Tidak lagi ada alasan untuk kesulitan belajar tentang hal baru. Segala informasi dan referensi dalam bentuk tulisan, dan audio visual tersaji di dunia maya. Lengkap dengan segala bentuknya. Kembali lagi pada peran serta guru dan orang tua untuk mengarahkan tayangan informasi yang bermutu pada anak, sekaligus mengarahkan untuk menemukan minat dan bakatnya.

Orang tua hendaknya tidak terlalu permisif dan memanjakan anak. Mereka yang hebat tidak lahir dari didikan manja. Sebab kunci utama menjadi hebat adalah karakter disiplin dan tangguh. Berani keluar dari zona nyaman, berani mencoba hal-hal baru, tekun mendalami satu hal, disiplin berlatih, siap menjalani proses yang tidak instan, itu adalah formulanya. Bukankah mereka sang juara umumnya berlatih lebih dari 6 jam sehari selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, hingga akhirnya mereka menang? Tidak masalah menjadi payah, sakit bahkan latihan berdarah-darah. Itu yang dinamakan proses. Proses yang membentuk manusia menjadi tangguh, lalu menghebat.

Tidak sulit menemukan minat dan bakat anak. Yang sedikit sulit adalah membentuk kemauan dan tekad untuk menghebatkan diri. Hal ini bergantung pada pola asuh orang tua. Anak-anak yang sudah didasari bimbingan karakter dan disiplin kuat dan pantang menyerah akan lebih mudah membentuknya. Maka kembali lagi, peran serta keluarga sangat dominan dalam hal ini.

Jika memang minat dan bakat anak sudah nampak, di bidang apapun itu, tinggal beri kesempatan seluas-luasnya agar anak bisa melatih dan mendorong potensinya keluar. Latih secara intensif, ikuts sertakan dalam event-event lomba, minta untuk terus belajar dan mengamati pihak lain sebagai pembanding dan inspirasi. Mungkin tidak semua anak dapat mencapai prestasi maksimal di sini. Tapi kembali lagi, hebat adalah tentang proses. Sejauh mana anak mampu mengubah kebiasaannya yang dahulu, menjadi seperti sekarang. Sejauh mana anak bisa bertahan dan terus berkembang. Tak lepas dari dorongan guru di sekolah dan orang tua di rumah.

Setiap anak bisa hebat, dengan proses atau potensinya masing-masing. Namun mereka tak akan menjadi hebat tanpa campur tangan orang tua dan guru yang juga hebat. Jadi.. sudah siapkah Anda menjadi orang H E B A T?

Singosari – Malang
16 Oktober 2021

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This