Menangkap Ekor Cicak, Sebentar Tumbuh Kembali

Sep 6, 2021 | Tajuk

Views: 0

Jika hendak menangkap cicak, jangan hanya bangga bila cuma mendapatkan ekor yang putus, sebentar saja tumbuh kembali. Kalau takut menangkap dari kepala dan badan, tembak saja kepala atau badannya langsung hingga jatuh. Tidak perlu pakai peluru tajam, pakai karet gelang pun bisa. Tergantung niatnya saja.

Kebocoran data ada di mana-mana dan tidak perlu bersikap defensif berlebihan atas hal ini. Akui saja dulu bila memang serius ingin menyelesaikan masalah. Semakin disanggah tanpa mampu melawan bukti-bukti yang ada, semakin ketahuan kelemahan dan ketidakmampuan. Apalagi kalau sudah sampai menggertak, mengancam, menuduh, dianggap hoaks dan lain sebagainya, tentunya semakin menjadi pertanyaan, “Yang bodoh siapa, sih?!”.

Pemalsuan data, penjualan data, penggunaan data oleh orang yang tidak bertanggung jawab harus diakui sebagai sebuah masalah serius. Bukan hanya kartu vaksin saja, tetapi banyak sekali kebocoran, seperti nomor telepon dan data dari aplikasi. Salah satu buktinya, setiap hari ada saja penawaran mulai dari pinjaman online sampai penawaran barang dan jasa. Bahkan sudah bukan mengejutkan lagi bila banyak yang dipermalukan oleh para penagih “pinjol laknat” yang sudah jelas ilegal. Kenapa mereka susah ditangkap?! Alat yang tidak canggih atau tidak lengkap, apa manusianya yang tidak mampu atau tidak berniat serius?!

Lucu jika kemudian berbangga dan bahkan hiperbola keberhasilan menangkap ekor cicak semata, semestinya malu karena baru hanya mampu sampai di ekor cicak yang sudah putus pula. Lain cerita bila berhasil membongkar jaringan peretas dan penjual data, lalu mampu benar-benar menghentikan agar tidak meresahkan dan memberikan kenyamanan bagi semua. Bukankah membuat suasana yang kondusif adalah kewajiban dan tugas?!

Masalah yang terkait dengan teknologi data, sudah menjadi kebiasaan dan bahkan sepertinya keyakinan bahwa ini adalah urusan IT alias Teknologi Informasi. Padahal, urusan teknologi yang terkait dengan data dan pengamanannya, membutuhkan ahli bidang elektro. Untuk membuat micro chip yang dipakai di perangkat IT, bukan orang IT saja yang membuat, butuh ahli dari bidang elektro dan fisika untuk membuatnya. Apa tidak paham soal ini, sehingga masalah semakin berlarut dan sulit diatasi?!

Bagi yang awam dan tidak paham tentunya angguk-angguk kepala, angkat jempol, dan ikut-ikutan merasa bangga. Lain lagi bagi yang paham, paling hanya tersenyum ketir. Masalahnya, diberitahu susah, dikasih tahu marah, dan bahkan menuduh dan menuding yang tidak-tidak. Yah, dimaklumi, mereka yang mengerti akan memilih diam namun berbuat dan berkarya, mereka yang “sok mengerti” akan “menggurui dan keminter”, menuduh, menuding, menghujat, menghakimi. Entah karena minder, malu atau karena memang sombong, sama saja akhirnya.

Ayolah, masa cuma bisa sampai segitu saja?! Buktikan kemampuan dan keahlian yang paripurna dengan benar-benar berhasil menangkap jaringan peretas, pembobol, penjual, dan pemalsu data. Tangkap juga yang sudah berani mengedarkan data-data pribadi orang lain dan berperilaku seenaknya tanpa adab dan etika. Hentikan mereka semua, baru bolehlah merasa bangga dan hebat.

Bandung, 5 September 2021
Mariska Lubis, S.E., M.Int.S.

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This