Memori Akankah terlupakan?

by | Aug 25, 2021 | Puisi

Memaafkan adalah satu – satunya pilihan yang paling masuk akal, karena melupakan pun mustahil. Selamanya luka-luka itu akan tetap meninggalkan memori yang menemani hari-hari masa depan.

– Indah Hanaco –

Halo teman, selamat malam.
Malam ini kembali saya ingin menggoreskan pena menuliskan bait-bait kata yang saya berharap bisa sedikit memberi makna.
Ya,
Hidup ini punya 2 pilihan.
Baik atau buruk.
Bahagia atau sengsara.
Suka atau duka.
Mereka berpadu bersatu dengan perjalanan hidup kita sepanjang mata belum terpejam untuk selamanya.
Persoalan hidup berbaur hiasan penuh kenangan dan juga impian.

Andai kau pilih yang baik semua kembali padamu.
Andai kau pilih yang buruk pun semua juga kembalinya padamu.
Maka jalani saja apa adanya dan adanya apa.

Memori,
Masa yang telah berlalu,
Jadi biarlah berlalu. Tidak udah disesali. Tidak usah diratapi.
Semua akan berlalu dengan berjalannya waktu.
Kenangan hanyalah sekedar kenangan.
Mungkin terlalu indah untuk dikenang.
Mungkin terlalu sulit untuk dilupakan.
Dan mustahil memang untuk dilupakan.
Namun,
Semua itu hanya kenangan.
Meski ia meninggalkan luka, menggores hati, menyengsarakan jiwa, menyesakkan dada.
Kau tak kan mampu menghapusnya dari ingatan.

Bagaimana caramu memandangnya?
Itu sangat subjektif dan sangat bisa berbeda.
Dan tergantung masing -masing pribadi.

Kalau saya lebih suka mengenang kenangan buruk agar itu jadi bahan pembelajaran buat saya. Sebisa mungkin jangan sampai terjadi lagi. Cukup lah sekali kita mengalaminya. Jangan terulang atau diulang lagi.

Jadikan hal itu pengingat agar kita senantiasa bersyukur bahwa pada akhirnya perjalanan hidup kita sampai di sini.
Tanpa memori itu kita tidak akan pernah sampai di sini.
Kita mungkin saat itu sedih atau putus asa. Benci, marah, semua bercampur aduk.
Namun pada kenyataannya kita mampu melewatinya.
Dan alhamdulillah, semua memori membawa kita pada proses refleksi diri. Makin memperbaiki diri. Makin dewasa, makin berguna dan makin memberi manfaat buat sesamanya.

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This