Memoles Fondasi Buram

Jun 20, 2023 | Prosa

Views: 0

Kawasan melingkupi sebuah batas-batas permanen, dan segala apa yang terkandung di dalamnya, yang sangat utama dipertahankan dari penjarahan, dengan segala bentuk cara dan model perebutan yang dilakukan. Kawasan diibaratkan sebuah fondasi yang tertanam, tidak berubah, tidak mengalami pergeseran, tidak beralih kepenguasaan, dan tidak mengalami penyusutan sejengkal titik-titik kawasan.

Ataupun beralihnya titik-titik kawasan, dari tangan yang tidak berhak menggunakan tangan lainnya, guna mempermudah kepenguasaan pada setiap jengkal dan kurun waktu menjadi benteng-benteng tersamar. Kondisi yang sangat berbahaya jangka panjang, berubahnya lembaran-lembaran sebagai pijakan tatanan, atas dasar pemikiran sesaat yang dapat meruntuhkan fondasi yang sudah tertanam atas perjuangan hidup dan mati.

Tidaklah hebat, unggul dan dianggap luar biasa atas dasar kesepakatan tercap bulatan melingkar, yang sifat sementaranya membawa dampak kerusakan kawasan secara permanen. Berjalan berlari bernafas tiada terputus dan bersambung sepanjang putaran angin tidak lenyap.

Berpikir terbalik menjadikan kokohnya landasan dari fondasi tertanam, bukanlah ketinggalan langkah pemikiran maju ke depan. Seakan berpikir ke depan namun membuat retak-retak di setiap titik di hamparan, berakibat runtuh dan menjadikan berat penghirup udara segar di kala mendatang.

Lembaran-lembaran tertera dan terkunci pada sebuah kawasan tidaklah patut berubah dan diubah-ubah dengan berbagai dalih-dalih apa pun. Tidaklah menjadi hebat dan terhebat tatkala terbonsai dan terkerdilkan pada sebuah kawasan di kala nantinya. Bukanlah sebuah kehebatan, keunggulan dipuja-puja, jika membelah dan membuat terbelah-belah serta dirasa menjadi keruntuhan di masa mendatang.

Memoles fondasi buram sangatlah berat, pertaruhan kawasan bagaikan urat nadi berdetak, saling bersentuhan, mengikat di antara kawasan atas bawah dan batas-batas berair. Diperkuat saat lahir terlahir sampai berlari secepat kilat, sangat dibutuhkan hingga terbang layang mengarungi dirgantara nan luas, bagaikan burung mencintai kawasannya. Bangga padamu, tiada tara tidak akan terlupa bergantinya zaman dan sepanjang peradaban.

***

Kawasan bagaikan rumah permanen, terpagari tonggak yang kokoh.

Berdiri tegak tidak tergoyah, kekuatan ada di penghirup udara

Segala seisinya saling mengikat, bagaikan sosok rimba belantara

Terhembus angin ke kanan dan kiri, seakan derapan langkah kaki

Segala yang ada mendahului, dijunjung tinggi selamanya

Pijakan bertingkat tersusun rapi, seperti benteng pertahanan sejati

Menggelora membangkitkan bumi pertiwi, walaupun tetesan darah terhenti

Tidak mengkhianati, menggadaikan runtuhlah harga diri

Pancangkan balok-balok tegak, setegak awang-awang walaupun tak tersentuh

Menggapai setingginya di ujung langit, seakan pandangan di depan mata

Lembaran di hamparan, tertulis Ter cap lingkaran bulat

Sebagai Pijakan terpijak, tiada yang tidak berhak mengganggu gugat

Memoles fondasi buram, berkilatan bak pendar raya

Memancarkan sinar berkilauan, bagaikan kapal berlabuh membentengi negeri

Burung tebar sayap, terbang tinggi mengarungi semesta raya

Pancaran mata tajam, kuatnya cengkeraman, mencabik-cabik jika terusik

Surabaya, 7 Juni 2023

Yudi Ento Handoyo

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This