Melalui Peribahasa Membentuk Karakter Peserta Didik

by | Nov 25, 2021 | Essai

Peribahasa menurut Harimurti Kridalaksana dalam Kamus Linguistik (1993) adalah kalimat atau penggalan kalimat yang bersifat turun menurun, digunakan untuk menguatkan maksud karangan, pemberi nasihat, pengajaran atau pedoman hidup. Latar belakang budaya Indonesia sebagai bangsa Melayu mempengaruhi cara mereka berkomunikasi secara tidak tersirat. Stereotip bangsa Melayu dalam berkomunikasi menggunakan kesantunan berbahasa.Dalam menyampaikan pendapat, niat atau maksud hati sebenarnya atau ketidakpuasan perasaan tidak secara terang-terangan. Komunikasi dilakukan secara tidak langsung menggunakan peribahasa.

Peribahasa mempunyai beberapa fungsi sosial, di antaranya: dapat dijadikan nasihat, merupakan identitas individu atau suatu kaum dan memperindah bahasa lisan. Pengaruh fungsi sosial dalam peribahasa akan berfungsi jika digunakan dalam komunikasi sehari-hari.

Peribahasa menjadi warisan literasi yang terlupakan. Apalagi dalam era kecerdasan buatan (artificial intelligence) sekarang ini, peribahasa menjadi sesuatu yang kuno yang sudah kadaluwarsa. Sebagai seorang guru, saya memiliki andil dalam melestarikan peribahasa sebagai warisan leluhur. Memiliki kewajiban mengajarkan peribahasa kepada peserta didik sesuai kurikulum yang berlaku saat ini.

Pemberian materi peribahasa sudah diberikan sejak mereka belajar di bangku sekolah. Akan tetapi hanya sebagai materi tanpa diaplikasikan secara nyata dalam ujaran keseharian. Fungsi bahasa yang paling utama adalah sebagai sarana komunikasi manusia. Melalui peribahasa guru dan orang tua dapat menyampaikan nasehat, sindiran, atau semboyan dalam proses kehidupan secara santun atau halus. Mempelajari tentang peribahasa sangat diperlukan dalam pergaulan. Sebagai seorang guru sangat penting untuk mempelajari tentang peribahasa karena di dalam peribahasa mengandung muatan petuah atau nasehat yang berkaitan dengan penanaman karakter. Sesuai dengan kurikulum tiga belas berbasis karakter, maka penggunaan peribahasa dalam bahasa lisan untuk menasehati peserta didik diperlukan sebagai salah satu cara menstimulus pengembangan karakter siswa sekaligus menerapkan peribahasa dalam kehidupan sehari-hari.

Pembentukan karakter peserta didik dapat dilakukan dengan pengenalan peribahasa. Penyampaian peribahasa dapat dilakukan di awal pembelajaran atau membuka pelajaran. Pesan yang terkandung di dalam peribahasa dapat digunakan untuk mengajarkan sikap, moral, dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, peribahasa berakit rakit ke hulu berenang renang ke tepian, bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Pesan pada peribahasa ini adalah mengajarkan kepada peserta didik untuk selalu berusaha keras sebelum tujuan tercapai. Karakter yang dibangun adalah tidak mudah putus asa.

Peribahasa berat sama dipikul ringan sama dijinjing mengandung pesan bahwa suatu pekerjaan akan lebih mudah jika dilakukan bersama-sama atau gotong-royong. Mengajarkan peserta didik agar mereka terbiasa bekerja sama dalam melakukan suatu pekerjaan. Contoh lain, di mana bumi di pijak di situ langit dijunjung. Memiliki arti dimanapun kita berada harus menghormati dan menghargai adat dan budaya setempat. Hal ini mengajarkan kepada peserta didik untuk menghormati adat dan budaya dimana mereka berada.

Sikap menghormati dan menghargai perbedaan budaya harus ditanamkan sejak dini.
Itu hanya sebagian contoh peribahasa yang sudah mereka kenal. Sebagai guru kita dapat menggunakan berbagai macam contoh peribahasa yang sesuai dengan karakter yang akan dikembangkan. Penguasaan tentang peribahasa beserta contoh dan maknanya harus dimiliki oleh seorang guru. Pengajaran peribahasa juga dapat dikembangkan dalam pembuatan cerita pendek atau kegiatan bercerita. Menggunakan peribahasa untuk memulai bercerita atau mendongeng merupakan salah satu bentuk kreativitas dalam kegiatan pembelajaran. Sambil menyelam minum air. Mengajarkan peribahasa sekaligus mengajarkan budi pekerti kepada peserta didik kita.

Sesuai dengan peribahasa sekali mendayung dua tiga pulau terlampau, mengajarkan kepada anak untuk memiliki multitasking, mampu melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu. Memiliki keterampilan dalam menyelesaikan pekerjaan. Hal ini cocok di era globalisasi saat ini, dimana peserta didik ataupun pendidik dituntut untuk bisa melakukan berbagai macam pekerjaan secara cepat dan banyak. Kita dituntut harus memiliki keterampilan dan kreativitas yang bagus. Tak ada rotan akarpun jadi, mengajarkan anak untuk berpikir out of the box, memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi dan kreatif. Karakter-karakter ini harus menjadi investasi jangka panjang bagi peserta didik kita. Kecanggihan teknologi hanya dapat menyentuh kecerdasan otak, tapi tidak dapat menyentuh mental anak. Dengan penguatan karakter yang dikembangkan di sekolah dan di rumah melalui peribahasa diharapkan dapat memperhalus budi pekerti dan menyentuh ranah afektif peserta didik.

Penerapan peribahasa sebagai media pembentukan karakter harus dikembangkan secara terus menerus agar menjadi nilai dalam diri peserta didik. Hal-hal yang bisa dilakukan adalah dengan menjadikan peribahasa sebagai bahasa ujaran sehari-hari, sebagai bahasa tulisan guru dalam merespon setiap balikan tugas siswa, sebagai alat untuk memberi nasehat atau petuah, dan sebagai stimulus dalam setiap kegiatan pembelajaran. Sebagai warisan literasi, guru memiliki peran untuk menggali potensi peserta didik dalam kegiatan menulis cerita pendek (cerpen). Jika tidak sekarang, kapan lagi memulai mengenal dan mencintai peribahasa sebagai warisan leluhur yang patut kita lestarikan.

Banggalah menggunakan peribahasa. Wariskan sikap berbahasa yang baik kepada generasi milenia agar mereka tidak melupakan akar budayanya. Bukan menjadi pribadi kacang lupa kulitnya.

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This