Maseela

Jun 23, 2024 | Puisi

Views: 24

Maseela 

jamah raksinya, di dekapku. sun sakura membaca napas. yang rengkuh tubuhnya mesra semalam. lunglai taut antar inti, yang mesra dua tahun denganku di Kertajaya.

at Dharmawangsa

di Dharmawangsa, mereka telanjang. mata hampa memandang, aspal kerontang menepikan para pejalan yang kalah dengan laju kendara

jamahan rindang tak pernah sampai pada ubun pejalan, terik beringsang kering tenggorokan. aral di pematang perkotaan takkan mereda

peneduh hanya kiasan, menjadi perabot pelengkap sudut kota

akhirnya, surut di ujung hidung Dharmawangsa, es batu milik

pak tua

at Dharmawangsa

Homme Aqua

baur nyawa, menembus di rahang akal. semerbaknya tertinggal di kursi tamu, di sofa merah, di ranjang barcelona yang belum silam sisa napasnya. melekat desir lirih, sedap di ujung hidup. sudi aku menaksirnya,

Eau de parfum

Naufal (2024)

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This