Lomba Merangkai Buah Nusantara Taku

by | Dec 17, 2021 | Warta Berita

Dharma Wanita Persatuan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo menggelar lomba merangkai buah dalam rangka Peringatan Hari Ibu dan HUT Dharma Wanita Ke-22 pada Rabu (15/12/2021).

Acara itu mengusung tema Merangkai Buah Nusantara Tanpa Kupas. Bertempat di aula SMKN 1 Jenangan. Lomba diikuti oleh 27 peserta dari unit Dharma Wanita seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten yang dikenal sebagai Kota Reog itu.

Kegiatan itu dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, Dra. Endang Setyaningrum, M.Si/Ny. Nurhadi Hanuri, dan mendatangkan tim juri yang terdiri dari tiga orang yang kompeten. Acara dimulai pukul 08.30. Diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta dan tamu undangan dirangkai dengan do’a.

Pada kesempatan itu, dalam sambutannya selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan, Endang Setyaningrum menyampaikan tentang kekayaan alam Indonesia berupa buah-buahan, yang tidak kalah dengan manca negara, baik dalam segi kuantitas maupun kualitas. “Marilah kita mengenal dan mencintai buah-buahan nusantara yang tak kalah lezat dengan buah manca negara,” lanjutnya. Endang Setyaningrum juga menyampaikan tentang peran ibu dalam keluarga, “Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Pendidikan anak-anak dimulai dari keluarga, dan itu tidak terlepas dari peran seorang ibu. Seorang ibu hendaknya bisa menjadi tauladan yang terbaik bagi anak-anaknya dalam segala aspek kehidupan. Terutama dalam membentuk Akhlaqul Karimah. Seorang ibu juga harus mampu menjadikan dirinya idola bagi anak-anaknya. Karena anak adalah investasi terbesar di dunia dan akhirat,” paparnya lebih lanjut.

Tepat pukul 09.00 setelah acara resmi dibuka oleh ketua Dharma Wanita, lomba merangkai buah dimulai. Seluruh peserta sudah menyiapkan aneka buah dan properti lain untuk dirangkai. Peserta yang merupakan tim yang terdiri dari dua orang terlihat sangat antusias dan kompak dalam menampilkan karya terbaik. Hal itu terlihat dari cara peserta menata buah-buahan dan properti pendukung, termasuk bunga-bunga sebagai hiasan yang melengkapi rangkaian buah dengan cepat dan rapi.

Tiga piala besar yang telah disiapkan berjajar di depan, menambah semangat para peserta. Suasana makin meriah ketika seluruh rangkaian buah sudah hampir selesai. Akhirnya, waktu 60 menit yang disediakan oleh panitia untuk peserta merangkai buah telah habis. Tepat pukul 10.00 seluruh peserta harus mengangkat kedua tangan mereka sebagai tanda telah menyelesaikan rangkaian buahnya diikuti dengan teriakan-teriakan gembira.

Berbagai model rangkaian buah tersaji, ada model hantaran ditata cantik dengan aksesoris bunga-bunga, rangkaian model binatang, ada yang model kuwade (hiasan pada pengantin adat Jawa), ada juga yang merangkai dengan bentuk pesta, lengkap dengan hiasan rumah mini dan rangkain bunga berbentuk kerucut. Semua nampak indah, dengan buah-buah segar disusun rapi warna-warni.

Tim juri nampak kewalahan dalam melakukan penilaian untuk menentukan siapa juaranya, karena hasil rangkaian dari 27 peserta rata-rata bagus. Setelah melalui diskusi, sekitar pukul 11.00 akhirnya tim juri memutuskan tiga juara Lomba Merangkai Buah Nusantara Tanpa Kupas. Juara 1 diraih oleh tim Dharma Wanita SMKN 1 Sawoo, juara 2 oleh tim Dharma Wanita SMAN 1 Ponorogo, dan juara 3 diraih oleh tim Dharma Wanita SMAN 1 Sokoo.

Lomba tersebut memberikan pengalaman yang menarik bagi seluruh peserta. Menurut Santi Herlina, salah satu peserta lomba, kegiatan itu menambah wawasan tentang merangkai buah, “Kegiatan lomba ini juga sekaligus sebagai ajang silaturahmi bagi para peserta, yang mana selama masa pandemi ini, kita jarang bertemu secara langsung,” lanjut Santi. Hal itu dibenarkan oleh peserta yang lain.

Panitia kemudian mengumumkan bahwa piala kejuaraan akan diserahkan pada acara puncak peringatan HUT Dharma Wanita Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo pada tanggal 23 Desember mendatang.

Ponorogo, 15 Desember 2021

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This