Kekagumanku pada Ciptaan-Nya

by | Nov 20, 2021 | Essai

Warna-warni busana yang ditawarkan pedagang online sudah sejak pagi wara-wiri di laman sosmedku sungguh tak membuatku tertarik. Sekalipun mereka menawarkan diskon 50% bahkan ada yang hingga 95%. Demikian pula tas-tas branded KW yang katanya lagi obral besar-besaran tak membuatku tergoda.

“Ayo Sis mumpung lagi promo, ntar nyesel deh kalo ga beli sekarang…”

“Bun ada barang baru nih, harga diskon pula…”

Rayuan maut para pedagang online itu pun tak lantas membikinku tergerak. Alhasil, pertahanan rekeningku tetap aman dari transfer yang tak penting. Tak membuatku merengek pula pada suami, “Sekali ini aja ya Beb, aku janji deh!”.

Lantas apa yang menarikku pagi ini?

Ketertarikanku pagi ini hanya pada setangkai bunga liar berwarna kuning yang kutemukan saat berjemur di teras loteng. Aku tak pernah menanamnya dan tak pernah mencabutnya ketika dia tumbuh. Aku hanya menyiramnya setiap pagi. Dan hari ini ternyata dia berbunga dengan indah.

Bunga-bunga mungil berwarna kuning itu seakan tersenyum menyapaku dan itu membuatku senang. “Ah, betapa mempesona mereka.” Pikirku. Warna kuningnya begitu cemerlang, hingga membuatku tak tahan dan segera mengabadikannya lewat jepretan kamera hand phone.

Tapi mengapa bunga liar berwarna kuning itu membuatku merasa antusias dan senang? Mereka mengalahkan rasa antusiasku saat melihat iklan barang-barang promo OL di laman sosmedku.

Menurut situs colorpsychology warna kuning bisa menciptakan energi, rasa optimis, kepercayaan diri, hingga rasa senang. Hal ini dikarenakan ketika kita dikelilingi oleh warna kuning, ternyata otak bisa melepaskan hormon serotonin. Peran hormon serotonin sangat penting bagi tubuh manusia karena bermanfaat dalam mengelola suasana hati, termasuk mencegah depresi. Oh, jadi itu jawabannya. Itu pula yang membuat filosofi warna kuning selalu menjadi simbol dari kebahagiaan.

Tapi terlepas dari semua itu aku bersyukur kepada Allah Yang Maha Pencipta, sebab hingga saat ini aku masih diberikan kemampuan untuk melihat sesuatu dengan baik. Sehingga aku pun masih bisa melihat semua warna-warni indah ciptaan-Nya yang sungguh tiada yang bisa menandinginya itu. Terima kasih ya Allah, karena mata yang Kauberi, karena rasa yang Kautanamkan padaku membuat aku yang bagaikan butiran pasir di laut ini bisa melihat dan merasakan tanda-tanda kebesaran-Mu. ❤️

NR/18 November 2021

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This