Kejahatan Bersemayam

Mar 19, 2024 | Prosa

Views: 23

Kejahatan bersemayam, duduk, berkediaman, tinggal, bercokol, menetap, terpatri, bertempat tinggal, menyenangi, pertahanan, pasrah, persekutuan, langgeng, mempertahankan, melegendakan, bersinggasana, konspirasi, kolaborasi, mencetak gol, wadah, titik tujuan, peluang, mengikat, bekerja sama, menaruh harapan, berlabuh, perlindungan, memperkuat, tidak goyah, mengunci, memperluas kelompok dan jaringan, ideologi.

Kejahatan bersemayam, sesuatu hal yang tersirat terdapat adanya bibit-bibit yang tidak baik, negatif yang bercokol, bersemayam secara tidak terlihat pada kasat mata, dan bersifat misterius. Jahat bukan berarti arti sempit, sifat jahat sudah melekat pada jiwa, entah sejauh apa tingkatannya, menjadi ideologi tertanam dan berkembang biak secara perlahan akan terbentuk secara permanen seiringnya waktu.

Jahat terarah kejahatan masih bersifat subjektif, bila belum terjadi adanya sesuatu hal kasat mata, atau bersinggungan dengan hukum, baik yang merugikan secara person, organisasi. Jika sudah terwujud pada sebuah perilaku, tindakan baik secara individu atau bersama-sama muncul di permukaan, menjadi terkunci pada tindakan nyata atas perbuatan yang dilakukan.

Kejahatan bersifat individu, kelompok, jaringan, atau organisasi yang sudah tertata, dan kuat. Kejahatan jika sudah bersemayam, sulit akan terhenti dari aktivitas yang dilakukan. Kejahatan menjadi kuat, semarak banyak hal yang mendasari ; karena profesi tertalenta, keberanian menghadapi risiko, mencintai yang diperbuat, mempengaruhi penegak hukum, mudah mendapatkan hasil, hukum dalam kendali, kemapanan, kepentingan lebih besar.

Kejahatan dilakukan seseorang, lebih dari seorang di awali dari tingkat ketidakmapanan, ekonomi kelas bawah, menengah, dan berlomba-lomba pada tingkat kelas atas. Sesuai dengan yang menjadi obyek kecintaannya, pada semua aspek yang digelutinya ataupun tidak, dan menjadikan peluang yang dapat dimanfaatkan.

Tinjauan dengan pemikiran yang jernih, tentunya keadaan sangat miris, mengerikan, dan membahayakan pada setiap kurunnya waktu. Oleh karena, mencoba-coba menggerayangi sesuatu dari kejahatan yang dilakukan, dan atau ilmu turunan berkelanjutan terkait kejahatan.

Jika sudah melegenda pada setiap kurun masanya, menjadi warna melingkar tiada terputus, walaupun rambu-rambu moral, hukum di tabrak. Padahal sesungguhnya pada setiap pemikiran yang utuh, melihat hal tersebut merupakan kerusakan moral yang akut dan berat.

Dan yang sesungguhnya di balik tabir, pada kejahatan skala besar yang menguasai segala lini, berbagai sektor, memainkan peran terarah penguasaan secara utuh. Membentuk persekutuan menjadi lebih kuat, kekuatan hanya untuk kelompok tertentu yang mampu mengendalikan keadaan yang sudah dalam genggaman. Yang mengekor, mengikuti jejak atas telunjuk jari, bila keinginan mengubah keadaan secara individual, kelompok dalam mengejar kemapanan.

Kelihatannya tidak tampak pada pandangan kasat mata, namun terjadi sebuah tindakan yang tidak sedap yang mengarah, bertentangan terkait moral dan melawan hukum. Sedangkan permasalahan yang tampak, dan muncul di permukaan bagaikan jamur, bakteri, virus dengan sebaran begitu meluas. Hanya pada sisi ujungnya tampak kelihatan, bagaimanakah pada sisi bagian bawah permukaan tentunya lebih besar, sebagaimana teori “Gunung es”?!

Kejahatan pada level klas kecil yang marak terjadi, oleh suatu sebab karena kebutuhan perut, susahnya lapangan pekerjaan, tidak ada jaminan untuk kesejahteraan, melimpahnya pengangguran. Apakah kejahatan skala besar, identik dengan kejahatan skala kecil?! Tentunya sangat berbeda antara bumi dan langit.

Mengapa demikian?! Kejahatan skala besar tidak perlu mengisi perut, namun bagaimana isi perut di hamparan dikurangi, ditekan sehingga terarah kelaparan, busung lapar, berat menyentuh kebutuhan, timbulnya konflik sosial secara horizontal, kesulitan arus bawah menggelembung, dan teriakan meluas hanya di dengar bersambung antar telinga.

Kejahatan Bersemayam semakin membesar, menguat, tidak tergoyahkan, dan terpatri. Tidak perlu adu otot, adu mulut, namun mengembangkan pemikiran strategi secara tersamar, jelas dan pasti, dalam menerapkan penguasaan jangka panjang. Menguasai hal-hal yang dianggap potensial dari beberapa aspek yang dianggap utama, penting serta landasan dan fondasinya. Satu langkah menapak, peluang besar maka akan berlari cepat sampai titik finis.

*****

Kejahatan bersemayam, bagaikan virus terpatri.

Bergerilya tak mengenal lelah, peluang akan diraihnya.

Mengayunkan pemikiran, mencari jalan terobosan.

Tantangan menjadi ujian, lambat laun tergenggam.

Tebaran virus, bagaikan roda berputar kencang.

Persekutuan bergandeng tangan, saling lempar buah pikiran.

Membentuk otoritas di balik layar, perkuat cengkeraman.

Kejahatan bersemayam, bersinggasana dengan tenang.

Gemerincing suara kejahatan, membahana sepanjang waktu.

Bermuara kuat di bawah permukaan, bagaikan deburan ombak.

Bercokol, membesar, kuat, tertanam seperti akar tunjang.

Bergolak tiada henti, mengais dan berebut pundi-pundi.

Terdengar lantunan suara dengan deras, tak surut langkah jemari kaki.

Dianggapnya busa-busa tertempa angin, sangatlah tiada guna.

Satu, dua titik terkuasai, terbentuk kunci sebagai perisai.

Kekuatan melegenda tajamnya duri, tiada yang mengakhiri.

Surabaya, 18 Maret 2024

Yudi Ento Handoyo

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This