Kehidupan Bagai Drama Tanpa Seri (Bagian ke 4)

by | Oct 9, 2021 | Essai

Pandanglah sebutan langit, bumi dan segala seisinya yang sangat terlihat dengan jelas oleh kasat mata dan hati tentunya terbayang, berbagai hal yang sangat jauh dari apa yang dilakukan kesetiap harinya. Merasakan satu hal saja tentunya menjadikan pemikiran tidak pernah putus, apalagi membayangkan dihadapannya silih berganti sebuah permasalahan, peristiwa dan berbagai kejadian serta fenomena alam. Tidak jauh-jauh yang melekat setiap hari bertahun-tahun dalam kehidupan pada satu atap, atap-atap kelembagaan formal, non formal, dari berbagai yang terendah sampai teratas, tentunya bersirkulasi bagaikan angka, huruf ” 0 “.

Tinjauan dari setiap insan manusia dan berbagai insan lainnya, tentunya memiliki kekuatan yang berbeda-beda, disinilah patut disadari sepenuhnya ada yang lemah, kuat dan tidak dipungkiri lagi dalam suatu kehidupan, penghidupan baik dohiriah maupun batiniah. Dari yang tidak ada menjadi ada, salah satu hal dan selalu berkutat, terus berputar sepanjang masa tiada habis pada setiap generasi serta keadaan alamnya.

Sebagaimana hal yang saat ini terjadi, serbuan pandemic covid 19 sudah menginjak 2 Tahun, menjadikan contoh permasalahan yang sangat luar biasa, menghantam, mencabik-cabik insan manusia. Dibuat geger oleh Virus Delta dan tentunya virus ini berkembang biak, dengan cepatnya menyerang umat manusia. Dari kondisi yang riil saat ini, bahwa manusia banyak mengalami korban meninggal dunia, perawatan di Rumah sakit rujukan dan menjalankan Isolasi mandiri di rumah masing-masing, ini membuktikan bahwa secara sadar dan tidak sadar, bahwa dengan bergelimpangan korban meninggal dunia atas Covid 19, perawatan, sepertinya insan manusia tidak berarti, tidak punya daya apapun, lemah hanya ajal maut menjemput, dan merupakan salah satu kehendakNya.

Insan manusia pada setiap satu atap keluargapun, ada beban psikologis tinggi, dengan acuan secara nyata akibat serangan virus covid 19. Tentunya beban menyertai lainnya yakni faktor kebutuhan, faktor kesehatan, faktor pendidikan, keuangan dan lainnya. Faktor lainnya terunggah tingkat pengangguran meningkat tajam. Hal ini menjadi paramater permasalahan secara masif menyangkut wabah penyakit pandemic virus skala Nasional. Pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat terbatasi untuk mencegah sebaran virus yang ganas, hanya vaksinasi sebagai kunci akhir dan menjaga diri masing-masing dengan penerapan prokes tiada kata lain lagi.

Drama kehidupan manusia tidak akan berhenti, berputar-putar bersambung tanpa seri, pada setiap jengkal siang malam. Dengan demikian apapun yang dilakukan, oleh setiap insan manusia, bergandengan satu sama lainnya, saling mengisi dan melengkapi merupakan suatu kodrati, bahwa manusia tidak akan bisa hidup sendiri. Oleh karenanya tidak semuanya menjadi mulus, perjuangan, persaingan, kompetitif satu sama lainnya suatu warna tidak akan terlepas.

Tentunya drama kehidupan, penghidupan manusia dalam mengarungi perjuangan, tidak mengenal lelah untuk mencapai tujuan yang menjadi harapan, sepertinya suatu hal yang wajar dan sangat mendasar dilakukan setiap kurun waktu dan masanya. Tantangan begitu berat jikalau ditelaah setiap waktu, namun bagaimana lagi semuanya sebuah hukum alam yang harus dijalani setiap insan manusia.

Kapankah insan manusia bertarung dalam mengejar, meraih hal-hal yang menjadi tujuannya, tujuan yang pasti, terukir dengan kuat?! Yang memiliki kekuatan nyata pada dirinya sendiri, bukan atas dorongan, dukungan dan kekuatan pendukung. Apakah diri sendiri mampu berpijak pada dirinya sendiri?! Hal ini tentunya menjadi pemikiran yang mendalam. Dalam artian bahwa insan manusia membutuhkan insan manusia lainnya, dalam berbagai hal.

Drama kehidupan insan manusia, memainkan peran masing-masing dalam segala hal, tidak bisa berpijak secara mandiri, namun masih membutuhkan insan manusia lainnya, entah maksud dan tujuannya, positif, negatif, bermanfaat, merusak dan lainnya. Pada dasarnya yang memiliki pengaruh, kekuatan pendukung lainnya, dan melihat bagaimana yamg menjadi tujuannya tercapai, walaupun menimbulkan masalah setiap langkah yang dilakukan.

Sda, 8 Oktober 2021

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This