Kehidupan Bagai Drama Tanpa Seri.(#1)

by | Oct 6, 2021 | Essai

Jika menyaksikan kisah di film dan sinetron dengan segala polemik, masalah, termasuk hiperbola nya, maka bisa kita saksikan bahwa begitulah kehidupan manusia. Yang sebenarnya kita tonton adalah kehidupan kita sendiri dengan berbagai sisi. Bisa memang benar sekedar drama atau nyata dalam kehidupan ini.

Duduklah dengan tenang di atas kursi, apakah bisa tenang? Tentunya ada yang berpendapat bisa tenang, ada juga yang merasa tidak tenang. Perbedaan pendapat ini sangat tergantung pada manusia itu sendiri yang tentunya sungguh unik sekaligus “njelimet” bila harus diuraikan secara detil satu per satu. Apalagi kalau yang berpendapat jumlahnya ratusan, ribuan dan jutaan orang. Lebih banyak yang terungkap tentunya semakin jelimet, semakin berbias, dan semakin tidak ketemu titik ujung, pangkalnya. Belum lagi bicara soal apa yang tersimpan di dalam memori, akal pikiran, dan yang paling sulit adalah apa yang ada di dalam hati setiap manusia. Tidak akan ada yang sama.

Satu permasalahan, satu perkara tentunya setiap manusia memiliki pendapat masing-masing, apalagi ditambah adanya pendapat orang lain, maka menghasilkan sebuah pendapat yang beragam dan belum tentu sama semuanya. Warna keragaman manusia dan hal yang ada dalam diri manusia, tidak ada yang sama, cocok, seide, segagasan ibaratkan sebuah piring sama piringnya coraknya yang berbeda.

Piring sebagai sebutan sehari-hari, terdapat berbagai corak, yang merupakan benda mati, dan dibuat berbeda-beda. Dengan tujuan memiliki daya tarik, daya jual, dan daya pemasaran yang tinggi, belum berbicara dengan bahan yang digunakan, kualitasnya, kelasnya, memberikan berbagai pendapat dari setiap orang. Nah, persoalan benda mati hanya sebagai tempat nasi, lauk pauk dan digunakan berbagai kalangan saja bisa menjadi perbedaan yang jelas dari sisi “kelas atau kalangan”. Kelas bawah dan kelas atas bisa berbeda, meski barangkali selera bisa sama tetapi soal harga dan kualitas bisa sangat jauh berbeda.

Belum benda lainnya, benda yang memiliki keampuhan, khasiat yang nyata, keistimewaan, seperti Pusaka, Tombak, Batu Akik, Guci anti racun, Guci pecah seribu, Batu Akik Sulaiman, Merah Delima. Secara tidak langsung benda-benda ini, sudah memberikan aura yang berbeda, sebelum adanya pendapat dari manusia. Dapat dibayangkan kesemuanya membawa daya tarik, daya pengikat, daya saling serang, diantara benda-benda tersebut.

Drama kehidupan dari satu sisi dan sisi-sisi lainnya, memainkan peran masing-masing tidak hanya manusia, bendapun memiliki hal yang sama. Walaupun ada bedanya antara manusia dan benda, bagaimana yang tercuplik tersebut diatas, adanya benda yang memiliki keistimewaan, yang tidak bisa bicara, namun terdapat aura menyertainya. Apakah hal tersebut sudah menunjukkan siratan yang nyata dan riil? Kalau tidak, benda-benda istimewa tidak menjadi rebutan manusia. Ini menjadi menarik.

Tinjauan dari satu sisi permasalahan, menjadi drama yang sangat serius, sangat pelik dan unik. Bisa menjadikan pembiasan semakin melingkar tanpa henti, di sinilah drama kehidupan, bisa berhenti dan tidak terbahas, kembali pada diri manusia. Manusia yang memiliki kesempurnaan yang utuh baik akal, pikiran dan hati. Hal ini yang bisa menyeimbangkan, menyelaraskan pembahasan, dengan catatan jika tingkat kesadaran terbangun. Lain bila jika tidak terwujud maka menjadikan permasalahan berlanjut, lalu timbul sakit hati, dendam kesumat sampai garis keturunannya.

Apakah drama tanpa seri kehidupan ini semakin meningkat, dan ada perubahan di setiap kurun waktu dan masanya?.

Perubahan menuju hal yang hakiki kebenaran sejati, kerusakan, kebenaran berbaur ketidakbenaran dan atau menjadi semu? Yang pasti, segala sesuatu yang berlebihan atau menjadi hiperbola adalah merupakan hal yang sia-sia. Perbedaan merupakan keadilan Yang Maha Kuasa untuk bisa saling menunjang dan melengkapi. Jangan sampai menjadi manusia yang terjebak menjadi aktor pemeran drama semata lalu menjadi nihil dan berakhir pada kenihilan.

Sda, 5 Oktober 2021

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This