Kedai Rujak Cingur, Rawon Bu Ai dan Batu Mulia Pak Miko

Oct 10, 2021 | Jalan Jalan

Visits: 0

Awalnya hanya ingin menikmati makanan khas Jawa Timur yakni rujak cingur dan rawon, maka dipilihlah kedai Ibu Ai di Jl. Pajajaran. Ini juga berdasarkan rekomendasi suami yang pernah datang ke sini. Rujak cingur dan rawonnya enak katanya. Namun kemudian demi melihat sesuatu yang unik di sekitar kedai tersebut, terbesitlah keinginan untuk mengetahui pula lebih banyak tentang tempat itu.

Bangunan yang terletak di jalan Pajajaran no.145 Bandung ini selain kedai rujak cingur dan rawon Ibu Ai, juga merupakan sebuah Pusat Informasi Batu Mulia Indonesia milik seorang Gemologist atau ahli batu permata, H. Ir. Sujatmiko, Dipl. Ing. Sedangkan Ibu Ai Suryati pemilik kedai itu sendiri ternyata istri dari pria kelahiran Pamekasan, Madura 24 Oktober 1941 itu.

Mulai dari depan bangunan yang bertuliskan “Pusat Informasi Batu Mulia Indonesia GEM AFIA” kita disajikan pemandangan berbagai keping bebatuan yang dijual untuk diolah kembali atau sekedar untuk koleksi. Tidak cuma itu meja dan kursi depan kedai pun dibuat dari bebatuan dengan berat ratusan ram yang dipahat sedemikian rupa hingga tampil unik dan mengagumkan. Depan pintu masuk terdapat sebuah patung anjing keren yang terbuat dari batu dan dilapisi oleh kepingan bebatuan warna-warni.

Memasuki ruang depan akan semakin terkagum-kagum pula dibuatnya. Berbagai bentuk batuan mulia aneka warna yang dipahat sedemikian rupa menghiasi setiap ruangannya. Hingga bangunan yang luasnya sekira 800 meter persegi itu nyaris tak ada tempat lowong lagi. Semua dipenuhi oleh koleksi batu mulia. Terdapat sekitar 3.500 koleksi batu mulia di tempat ini dan menurut kliping majalah yang ditempel di dinding, Pak Miko memiliki 1000 ton batu mulia. Masya Allah, sungguh luar biasa!!!

Bebatuan mulia tersebut, berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Garut, Banten, Sulawesi, Papua, dan juga dari berbagai negara di dunia. Umurnya pun beragam hingga ada yang berasal dari ratusan juta tahun yang lalu.

Di tempat itu pula terdapat berbagai perhiasan dan cindera mata terbuat dari batu mulia untuk dijual. Seperti bandul kalung, liontin, cincin, gelang, dan benda tajam. Saya pun tertarik membeli sebuah bandul kalung yang menyerupai bola dunia yang dicengkram seekor naga, terbuat dari batu berasal dari Afghanistan.

Sementara itu berbagai foto penghargaan, kliping majalah, dan juga foto-foto pejabat yang pernah berkunjung ke tempat ini pun tergantung menghiasi dinding ruangan. Ah, sayang sekali tidak sempat bertemu langsung dengan pak Miko sehingga tidak bisa mengobrol langsung pula tentang karyanya yang luar biasa ini dengan beliau.

Bagaimana, ada yang tertarik untuk datang juga ke tempat ini? Sambil menunggu rujak cingur dan rawon yang sedap tersaji, kita bisa melihat-lihat koleksi batu mulia sambil belanja perhiasan dan cinderamata cantik.

Tak lupa berfoto juga tentunya, di tempat unik ini.

Bandung, 10 Oktober 2021

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This