Karmina, Pantun Singkat Canda Sahabat

by | Sep 11, 2021 | Puisi

  1. Plak plak geplak,
    Mengapa matamu terbelalak?
  2. Buah mangga dimakan rayap,
    Jalan ramai padat merayap.
  3. Jeruk purut dikotak-katik,
    Jangan cemberut nanti tak cantik
  4. Merah biru kuning hijau,
    WA tak dibalas hatiku galau.
  5. Pret kecepret,
    Tai lintung kena jepret…
  6. Bola bulat loncat-loncat,
    Jangan sampai kena cat.
  7. Anak landak mengurung diri,
    Perutku buncit karna pandemi.
  8. Buah jambe jeruk purut,
    Muka jelek karena keriput.
  9. Balik papan ada karavan,
    saya tampan gak ada lawan.

10.Wajah cantik gigi gingsul,
Sungguh malang banyak bisul!

11.Mata bulat pipi metonggol,
Wajah bulat kayak pentol.

12.Jalan sendal-sendul,
Pantat besar, katanya suka bergaul.

13.Klenteng cantik namanya Pagoda,
Neng cantik jangan kau goda.

14.Si Bolang mendaki pelangi,
Wow Pak Yudi produktif sekali.

15.Corat-coret benang kusut,
Tidak paham tapi manggut-manggut.

16.Wajahmu senda sendu,
Kalau dicubit bikin merindu.

17.Ismutia bersungut sungut,
Ismutia takut dipagut.

18.Adik menangis sambil tiduran,
Adik memang manis tapi sayang banyak biduran.

19.Cak Kartolo pelawak seksi,
Jaman sak iki, tinggal ngi-ngi…

20.Ismutia mati muda,
Lagi pula takut sama duda.

21.Hai kekasih cantikku,
Apa tidak merindukanku.

22.Perut gendut mata sayu,
Kamu cemberut buatku layu.

23.Elok parasnya bagai berlian,
Pantun Karmina asyik nian.

24.Perut sakit bukan melilit,
Itu gegara ismutia yang cubit.

25.Engkau bidadari terakhir,
Sudah kutinggal ngacir…

26.Oalah pakne-pakne sudah tua kepolah wae,
Ben mbokne, dari pada awe-awe.

27.Sambal lado nikmat rasanya,
Uda Rikardo banyak jasanya.

28.Guling guling gelinjang,
Alamakjang si Ujang!

  1. Mbok jarik ireng,
    Diam saja sampai kereng.

30.Mas Pril Ki Ageng Seno
Diam, le jangan sembrono.

31.Buah markisa dalam keranjang
Aduh Mariska ilmunya segudang.

32.Indung indung kepala lindung,
Kalo naksir jangan tanggung.

  1. Pakai masker kalau mau bersin,
    Pak tua lari takut divaksin.
  2. Teh mariska, cantik aduhai,
    Siapa ya, yang punya saat ini…
  3. Tak punya uang Gitar kujual,
    Abangku sayang pintar membual.
  4. Naik sepeda angin goal-geol,
    Terlihat kayak pantat, megal-megol…
  5. Dari Jogja ke ujung Pandang,
    Mau dipinang kok menghilang
  6. Jalan kaki ke Cimahi,
    Kenapa Bang Ricki dari tadi haha hihi.
  7. Tangung tanggung jadi segunung,
    Pa pril murung dirundung mendung.
  8. Kancil lari cepat, berhenti kencing,
    Gajah mlogo, kurang ajar Cing!
  9. Berebut kursi itu mudah,
    Berebut nulis pantun, wah indah.
  10. Tulis tulis terus berayun,
    Eeeh ini pantun jadi ngelantur.
  11. Aulia jaman dulu sering disebut,
    Kenapa semrawut?
  12. Masa kecilnya sungguh berseri,
    Semrawut yang indah ya di Tinta Emas Negeri.
  13. Ayo semua pegang jempol,
    Sudah diangkat pol!!!
  14. Riang gembira naik bianglala,
    Corona itu takut sama orang gila.
  15. Hidungmu pesek ke dalam,
    Cintaku semakin dalam.
  16. Mata berkaca dahi berkerut,
    Baca karmina sampai sakit perut.
  17. Dirimu pujaan hatiku,
    Sampai kapanpun kurindu.
  18. Bebulu aduhai disaat malam,
    Aku malu Duhai sang pencipta semesta alam.

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This