Kans Garuda Muda Melangkah Jauh di AFF U-19 2022

by | Jul 2, 2022 | Olahraga

Oleh : Naufal

Pasca Turnamen Toulon Cup 2022 di Prancis usai, pelatih kepala tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong (STY) menilai bahwa fisik para pemain harus dibenahi kembali. Kalau melihat program kerja STY, ia memang sering memberikan porsi latihan fisik dan beban untuk meningkatkan stamina para pemain. Latihan fisik ini diperlukan karena STY menginginkan gaya permainan yang penuh dengan pressing dalam sepanjang permainan.

Jika melihat progres permainan yang ditunjukkan pada Toulon Cup kemarin per bulan Juni, para Garuda Muda menunjukkan gairah untuk memenangkan bola dengan terus memberikan tekanan kepada lawan. Memang secara passing pendek dan jauh akurasinya masih kurang baik, tetapi kemampuan untuk bertahan dan fokus selama 90 menit ini menjadi bekal ke depan sebagaimana Garuda Muda ini adalah aset yang akan dikembangkan hingga masuk tim senior. Itulah mengapa STY sangat ingin untuk merengkuh tiga tim dari U-19, U-23 dan senior karena ada kesinambungan dalam metode latihan dan taktik.

Sabtu (02/07/2022) 20.30 WIB, Garuda Muda akan membuka partai pertama pertandingan AFF U-19 kontra Vietnam di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Skuad yang dibawa oleh STY tidak jauh berbeda dengan skuad ketika bermain di Toulon Cup. Meski memanggil 28 pemain, hanya 23 yang bisa masuk ke dalam daftar susunan pemain. Hal ini tentu akan menyesuaikan kebutuhan STY dalam meracik taktik. Nama mentereng Marselino Ferdinan yang menjadi andalan pelatih asal Korea itu di skuad senior juga ikut ke dalam pasukan Garuda Muda di piala AFF U-19 ini.

Secara taktik, STY mencoba menerapkan taktik yang sudah diterapkan ke timnas senior kepada tim muda dengan pola tiga bek dengan bek sayap yang memiliki mobilitas untuk menyerang dan bertahan. Ditopang dengan dua pivot gelandang tengah dan tiga penyerang untuk memenuhi koridor ruang pertahanan lawan. Ketika bertahan bentuk tiga bek akan menjaga keseimbangan dalam melakukan sirkulasi bola bersamaan dengan naiknya dua bek sayap kanan dan kiri yang membantu melakukan overload di sisi flank. Sehingga dalam posisi bertahan bisa membentuk shape 5-4-1 dengan menyisakan satu pemain depan. Dalam posisi membangun serangan bisa membangun shape 3-4-3, dan ketika menyerang membentuk 3-2-5 untuk memenuhi semua koridor pertahanan lawan.

Yang perlu diperhatikan dalam penerapan taktik dalam skuad ini adalah ketenangan dan pengambilan keputusan. Apakah bola itu harus diumpan pendek atau jauh. Hal ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi para pemain Indonesia dalam hal akurasi dan pengambilan keputusan. Tetapi jika berkaca pada taktik yang sudah diterapkan pada tim senior pada ajang kualifikasi Piala Asia 2023, taktik dengan pola tiga bek tersebut sudah menunjukkan hasil. Bagaimana peran dua bek sayap ini bisa memberikan penetrasi yang tajam di sisi flank. Bersamaan dengan peran tiga bek yang mampu menjaga sirkulasi juga pertahanan dengan ketat. Meskipun dalam uji coba Garuda Muda melawan Persija Jakarta dan Bhayangkara FC tidak menuai kemenangan, STY cukup puas dan memuji perkembangan para pemain.

Kans untuk melangkah jauh di piala AFF U-19 ini terbuka lebar meski Indonesia harus bergabung di grup neraka bersama Thailand, Myanmar, Vietnam, Filipina dan Brunei. Usai melakoni pertandingan di Toulon Cup tentu banyak masukan dan perbaikan yang membuat skuad muda ini bisa semakin kuat dan berbenah di turnamen kali ini.

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This