Jelajah Sejarah, Kisah di Balik Batik Sasirangan

Oct 4, 2021 | Sejarah

Visits: 0

Dua kata yang membetuk kata “batik” dalam Bahasa Jawa yakni “mbat” (melempar) dan “titik”. Jadi bila diartikan secara terminologi dan etimologi, batik berarti melempar titik berkali-kali pada kain. Jika didefinisikan batik adalah seni dalam menghias kain dengan penutup lilin untuk membentuk corak hiasan tertentu serta membentuk sebuah bidang pewarnaan.

Setiap daerah di Indonesia memiliki batik yang khas baik warna maupun coraknya yang mencerminkan kekhasan setiap daerah tersebut. Tak terkecuali dengan batik Sasirangan yang merupakan batik khas Suku Banjar di Kalimantan Selatan.

Sasirangan pada mulanya digunakan sebagai kain adat yang biasa digunakan pada acara-acara adat suku Banjar. Sasirangan juga merupakan kain sakral yang dipercaya sebagai kain untuk 鈥渂atatamba鈥� atau obat.

Ada kisah di balik kain sakral tersebut. Seorang putri di daerah rantau kota Bagantung bernama Putri Junjung Buih hendak dipersunting oleh Patih Lambung Mangkurat. Namun, sang putri mengajukan satu syarat untuk mempersunting dirinya sebagai istri Sang Patih. Putri meminta kain tenun dan kain calap (diwarnai) dan tersebut dibuat dalam satu hari. Sang Patih pun setuju maka dengan bantuan empat puluh orang putri dibuatlah kain dengan motif batik wadi atau motif padiwaringin. Kain tersebut lebih dikenal dengan nama kain batik Calapan atau kain batik Sasirangan yang merupakan kain batik tulis Kalimantan pertama sebelum bermunculan berbagai corak batik seperti sekarang ini.

*Batik yang dipakai suami pada foto

馃彽锔廠 Selamat Hari Batik Nasional 2021馃彽锔

Baca Juga

0 Comments
  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This