Jamuan Terakhir di Atas Meja

by | Dec 29, 2021 | Puisi

Di atas meja kayu, ada banyak ingatan yang disajikan berurutan.
Mulai ujung kanan; adalah jajaran kepala orang-orang yang engkau cintai.
‘Ah, sungguh. Mereka adalah orang-orang tersayang’.
Dilanjutkan dengan jantung-jantung mereka yang masih berdetak di atas piring; ialah ketulusan hati mereka yang hadir di setiap detik detaknya.
‘Oh, lihat. Ini milik kekasihku, aku ingat tempo detak jantungnya ketika ia berada di pelukanku.’
Di tengah; bola-bola mata disajikan dalam mangkuk berwarna biru; inilah mata-mata yang belum sempat melihat jasadnya.
‘Baru kali ini aku lihat tatapan kosong dari mata-mata; tiada jiwa, harap, dan rasa yang tergambar dalam tiap sudutnya’
Berakhir di ujung kiri; segelas merah menampung kehangatan. Selapis roti engkau siapkan, dengan selai stroberi kesukaan.
‘Mari menikmati jamuan terakhir kita!’
Dan jasad-jasad tersenyum kelimpungan.

Pandanwangi, Desember 21

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This