Izin Menjawab, Bung Karno

by | Aug 23, 2021 | Essai

“Apakah kita mau Indonesia Merdeka, yang kaum Kapitalnya merajalela ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang dan pangan?” (Soekarno)

Izin menjawab Bung Karno! Nama saya Hasan Ridwan, saya hanya seorang rakyat biasa. Saya sudah 48 tahun hidup di zaman kemerdekaan dan mau (banget) Indonesia merdeka.

Jujur, saya tidak mengenal kaum Kapital yang merajalela seperti yang Bung Karno sampaikan. Boleh dibantu infonya, siapakah mereka? Apakah benar mereka merajalela? Seperti apa mereka merajalela? Apakah kaum Kapital yang merajalela itu memang benar-benar ada di negeri kita, Indonesia?
Yang pasti saya memilih Indonesia Merdeka yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang dan pangan. Boleh ya?

Tapi mohon maaf Bung Karno, izin bertanya, dimanakah harus saya tuliskan pilihan jawabannya? Ingin segera saya tulis dan kumpulkan. Semoga jawaban saya benar.

Sesungguhnya saya tidak punya cukup waktu untuk menghafal. Saya sangat tidak yakin sekali bahwa jawaban saya pasti benar. Mohon maaf jika jawabannya memalukan. Waktu saya habis untuk mencari peluang usaha dan mendapatkan peluang proyek. Sama seperti teman-teman yang lain. Bahkan sebagian di antara mereka akhirnya sampai ada yang harus berjuang mencari nafkah di jalanan. Agar kita semua bisa bertahan hidup. Sandang dan pangan sudah lama kita lupakan.

Saya malah lebih yakin bahwa jawaban saya itu pasti benar di mata Slank. Mereka sering menyanyikan lirik lagunya:
“Makan nggak makan asal kumpul
Makan nggak makan asal kumpul
Makan nggak makan, makan nggak makan
Asal kumpul
Makan nggak makan, makan nggak makan
Asal kau ada di sampingku”
Sungguh, saya yakin jawaban kita itu pasti benar menurut Slank karena saat ini memang kita sering kumpul-kumpul tapi memang tidak ada acara makan-makan. Meskipun hanya di dunia maya, tapi kita memang sering kumpul.

Meskipun sekarang ada PPKM Darurat atau diganti jadi PPKM Level 4 atau level berapa tuh sekarang? Jujur lagi, sungguh, saya kurang begitu suka pedas. Jadi kalau pun boleh memilih harus ada aturan PPKM, kalau boleh saya akan memilih Level 1 saja. Hal yang sama yang saya lakukan ketika saya membeli SADAS (= Sayap Pedas) untuk diberikan kepada anak dan isteri. Mereka memang menyukai SADAS. Cuma bedanya kalau isteri saya lebih suka pedas, kesukaannya SADAS Level 3. Kalau anak saya sama dengan saya, kesukaannya SADAS Level 1.

Demikian Bung Karno, kembali ke soal lirik lagu “Makan nggak makan, asal kumpul” seperti yang Slank buatkan lirik lagunya di atas, selain asal kumpul, yang penting Bung Karno ada di sampingku deh. Itu yang paling penting. Kami merindukan Bung Karno.

Bung Karno, jika jawaban saya salah, mohon dimaafkan. Saya akan belajar lebih giat lagi. Saya akan coba lagi untuk bisa mengatur waktu saya. Tidak hanya mencari sesuap nasi semata, atau mencari-cari lagi peluang usaha dan peluang mendapatkan proyek atau pekerjaan-pekerjaan yang lain. Sepertinya itu sangat mengganggu waktu saya. Saya berjanji agar bisa mengatur waktu lebih baik lagi. Semoga ke depan saya bisa memberikan jawaban yang benar. Terima kasih.

Salam rinduku untuk Bung Karno,

Cimahi, 14 Agustus 2021

Baca Juga

0 Comments

  1. Kalau penulis kurang jujur dalam menyajikan karya tulus, pasti dan pasti akan menyesatkan. Maka catatlah sejarah sebagaimana adanya. Syukur2 bisa…

  2. Sangat menginspirasi dan menopang semangat

  3. Sangat inspirasi, membantu menumbuhkan motivasi dan penopang semangat

Pin It on Pinterest

Share This